WINDOWS
Windows 1.0
Versi pertama Microsoft Windows, yang disebut dengan Windows 1.0, dirilis pada tanggal
20 November 1985.
Versi ini memiliki banyak kekurangan dalam beberapa fungsionalitas,
sehingga kurang populer di pasaran. Pada awalnya Windows versi 1.0 ini
hendak dinamakan dengan
Interface Manager, akan tetapi
Rowland Hanson, kepala bagian pemasaran di Microsoft Corporation, meyakinkan para petinggi Microsoft bahwa nama "Windows" akan lebih "memikat" konsumen. Windows 1.0 bukanlah sebuah sistem operasi yang lengkap, tapi hanya memperluas kemampuan MS-DOS dengan tambahan antarmuka grafis. Selain itu, Windows 1.0 juga memiliki masalah dan kelemahan yang sama yang dimiliki oleh MS-DOS.
Lebih jauh lagi,
Apple
yang menuntut Microsoft membuat Microsoft membatasi kemampuannya.
Sebagai contoh, jendela-jendela di dalam Windows 1.0 hanya dapat
ditampilkan di layar secara "tile" saja, sehingga jendela
tersebut tidak dapat saling menimpa satu sama lainnya. Selain itu, tidak
ada semacam tempat yang digunakan untuk menyimpan berkas sebelum
dihapus (Recycle Bin), karena memang Apple berkeyakinan bahwa mereka
memiliki hak terhadap paradigma tersebut. Microsoft pun kemudian
membuang limitasi tersebut dari Windows dengan menandatangani perjanjian
lisensi dengan Apple. itulah windows sekarang yang selalu ada upgrade
untuk meningkatkan versi
Windows 2.x
Windows versi 2 pun muncul kemudian pada tanggal
9 Desember 1987,
dan menjadi sedikit lebih populer dibandingkan dengan pendahulunya.
Sebagian besar populeritasnya didapat karena kedekatannya dengan
aplikasi grafis buatan Microsoft, Microsoft Excel for Windows dan Microsoft Word for Windows.
Aplikasi-aplikasi Windows dapat dijalankan dari MS-DOS, untuk kemudian
memasuki Windows untuk melakukan operasinya, dan akan keluar dengan
sendirinya saat aplikasi tersebut ditutup.
Microsoft Windows akhirnya memperoleh peningkatan signifikan saat
Aldus PageMaker muncul dalam versi untuk Windows, yang sebelumnya hanya
dapat berjalan di atas Macintosh. Beberapa ahli sejarahwan komputer
mencatat ini sebagai kemunculan sebuah aplikasi yang laku secara
signifikan selain buatan Microsoft sebagai awal kesuksesan Microsoft
Windows.
Windows versi 2.0x menggunakan model memori
modus real, yang hanya mampu mengakses memori hingga 1 megabita saja. Dalam konfigurasi seperti itu, Windows dapat menjalankan aplikasi multitasking lainnya, semacam DESQview, yang berjalan dalam modus terproteksi yang ditawarkan oleh Resi Kiswanto Intel 80286.
Windows 2.1x
Selanjutnya, dua versi yang baru dirilis, yakni Windows/286 2.1 dan
Windows/386 2.1. Seperti halnya versi Windows sebelumnya, Windows/286
menggunakan model memori
modus real, tapi merupakan versi yang pertama yang mendukung High Memory Area (HMA). Windows/386 2.1 bahkan memiliki kernel yang berjalan dalam modus terproteksi dengan emulasi Expanded Memory Specification (EMS) standar Lotus-Intel-Microsoft (LIM), pendahulu spesifikasi Extended Memory Specification
(XMS) yang kemudian pada akhirnya mengubah topologi komputasi di dalam
IBM PC. Semua aplikasi Windows dan berbasis DOS saat itu memang berjalan
dalam modus real, yang berjalan di atas kernel modus terproteksi dengan
menggunakan modus Virtual 8086, yang merupakan fitur baru yang dimiliki oleh Intel 80386.
Versi 2.03 dan kemudian versi 3.0 mendapatkan tuntutan dari Apple
karena memang versi 2.1 ini memiliki modus penampilan jendela secara
cascade (bertumpuk), selain beberapa fitur
sistem operasi Apple Macintosh yang "ditiru" oleh Windows, utamanya adalah masalah tampilan/look and feel. Hakim
William Schwarzer akhirnya membatalkan semua 189 tuntutan tersebut,
kecuali 9 tuntutan yang diajukan oleh Apple terhadap Microsoft pada
tanggal 5 Januari 1989''
Munculnya dualisme: Windows 3.1 turun ke pasar rumahan dan Windows NT turun ke pasar korporat
Logo yang digunakan oleh Microsoft Windows dari 1990 hingga 2000, 2003, 2005
Windows 3.1
Tampilan ruangan kerja Windows 3.x
Sebagai respons dari dirilisnya
IBM OS/2 versi 2.0 ke pasaran, Microsoft mengembangkan
Windows 3.1, yang menawarkan beberapa peningkatan minor terhadap
Windows 3.0 (seperti halnya kemampuan untuk menampilkan
font TrueType Fonts, yang dikembangkan secara bersama-sama dengan
Apple), dan juga terdapat di dalamnya banyak sekali perbaikan terhadap
bug dan dukungan terhadap
multimedia. Versi 3.1 juga menghilangkan dukungan untuk
modus real, sehingga hanya berjalan pada
modus terproteksi yang hanya dimiliki oleh
mikroprosesor Intel 80286 atau yang lebih tinggi lagi. Microsoft pun pada akhirnya merilis
Windows 3.11,
yang merupakan versi Windows 3.1 yang mencakup semua tambalan dan
perbaikan yang dirilis setelah Windows 3.1 diluncurkan pada tahun
1992.
Selama waktu itu,
Microsoft terus melanjutkan pengembangan
sistem operasi yang barunya, yang disebut dengan
Windows NT. Arsitek utama dari Windows NT adalah
Dave Cutler, yang merupakan salah satu dari pemimpin arsitek sistem operasi
VMS di perusahaan
Digital Equipment Corporation (DEC), yang kemudian dibeli oleh
Compaq yang sekarang bagian dari
Hewlett-Packard. Microsoft merekrut Cutler pada tahun
1988 untuk membuat sebuah versi OS/2 yang bersifat portabel, tapi akhirnya Cutler malahan membuat sistem operasi baru.
Sebelum pindah ke Microsoft, Cutler sebenarnya sedang membuat sebuah sistem operasi penerus VMS di DEC, yang disebut dengan
Mica.
Dan pada saat petinggi DEC menggagalkan proyek tersebut, ia keluar dari
DEC dan membawa banyak pekerja ahli bersamanya ke Microsoft. DEC
memiliki keyakinan bahwa Cutler membawa kode Mica untuk digunakan oleh
Microsoft dan menuntutnya. Akhirnya, Microsoft pun kalah dan pada
akhirnya disuruh membayar 150 juta
dolar Amerika dan memiliki kesepakatan untuk mendukung
chip CPU baru buaan DEC,
DEC Alpha, yang kala itu tercatat sebagai sebuah
chip tercepat, agar dapat berjalan di dalam Windows NT.
Windows NT 3.1 (bidang pemasaran Microsoft menghendaki Windows NT
agar terlihat sebagai kelanjutan dari Windows 3.1) akhirnya muncul
pertama kali dalam bentuk Beta bagi para pengembang perangkat lunak pada
bulan
Juli 1992 dalam sebuah perhelatan
Professional Developers Conference (PDC) yang dilangsungkan di
San Fransisco,
California,
Amerika Serikat.
Microsoft juga mengumumkan keinginannya untuk mengembangkan sebuah
sistem operasi penerus bagi Windows NT sekaligus juga pengganti Windows
3.1 pada konferensi tersebut (yang diberi nama kode
Chicago), yang kemudian akan menyatukan keduanya ke dalam sebuah
sistem operasi yang padu. Sistem operasi tersebut diberi nama
Cairo.
Ternyata Cairo merupakan sebuah proyek yang lebih rumit dibandingkan
apa yang telah diantisipasi oleh Microsoft, dan hasilnya NT dan Chicago
tidak "bersatu" sampai
Windows XP
diluncurkan. Selain itu, bagian-bagian Cairo belum muncul di dalam
sistem operasi Microsoft Windows hingga saat ini. Contohnya adalah
subsistem
WinFS,
yang merupakan implementasi dari Object File System di dalam Cairo,
memang sempat dikerjakan oleh Microsoft dalam beberapa waktu, tapi pada
akhirnya Microsoft mengumumkan bahwa mereka menghentikan pengembangan
WinFS dan akan menggabungkan teknologi yang dikembangkan untuk WinFS di
dalam produk dan teknologi Microsoft yang lainnya, khususnya adalah
Microsoft SQL Server.
Dukungan
device driver untuk Windows NT juga kurang begitu banyak karena memang mengembangkan
driver untuk Windows NT dianggap rumit oleh beberapa pengembang, selain tentunya Windows NT juga memiliki superioritas dalam model
abstraksi perangkat kerasnya. Masalah ini telah menghantui semua versi Windows NT hingga
Windows NT 5.0 (
Windows 2000) keluar ke pasaran. Para
programmer pun mengeluh bahwa mengembangkan
device driver
untuk Windows NT adalah sesuatu hal yang rumit, dan para pengembang
perangkat keras juga tidak mau mengambil risiko untuk mengembangkan
device driver
untuk sebuah sistem operasi yang memiliki pangsa pasar terbatas. Selain
itu, meskipun Windows NT menawarkan performa yang baik dan mampu
mengekspolitasi sumber daya sistem secara lebih efisien, dalam beberapa
sistem dengan perangkat keras terbatas, Windows NT dianggap sebagai
sistem yang boros sumber daya. Hal ini mengakibatkan munculnya
opini publik bahwa Windows NT hanya cocok untuk mesin-mesin yang besar dan juga jauh lebih mahal (seperti halnya
workstation dengan
DEC Alpha atau
Intel Pentium
yang kala itu memang masih baru). Windows NT juga tidak dapat bekerja
untuk pengguna pribadi karena kebutuhan sumber dayanya yang tinggi.
Selain itu,
GUI yang digunakannya hanyalah salinan dari GUI Windows 3.1, yang masih kalah jauh jika dibandingkan dengan Workplace Shell milik
OS/2, sehingga alasan Windows NT merupakan pengganti bagi Windows 3.1 tidaklah masuk akal.
Akan tetapi, fitur-fitur tersebutlah yang membuat Windows NT pilihan yang sempurna untuk pangsa pasar server jaringan lokal (
LAN), yang pada tahun
1993 sedang mengalami
booming besar-besaran, seiring dengan komoditas
jaringan
di dalam kantor telah meningkat secara drastis. Fitur-fitur jaringan
dalam Windows NT menawarkan beberapa pilihan konektivitas jaringan yang
luas dan juga tentunya
sistem berkas NTFS yang efisien.
Windows NT 3.51
merupakan primadona Microsoft saat terjun ke pasar ini, yang kemudian
mengambil alih sebagian besar pangsa pasar yang sebelumnya dimiliki oleh
Novell Netware beberapa tahun ke depan.
Salah satu peningkatan terbesar dari Windows NT adalah
Application Programming Interface (API) 32-bit yang baru, yang dibuat untuk menggantikan
Windows API
16-bit yang sudah lama. API 32-bit ini dinamakan dengan Win32 API, dan
dari sanalah Microsoft menyebut API 16-bit yang lama sebagai Win16.
Win32 API memiliki tiga buah implementasi utama: satu untuk Windows NT
(yang merupakan Win32 API terlengkap dengan dukungan
ANSI ataupun
Unicode), satu untuk
Win32s
(yang merupakan bagian dari Win32 yang dapat digunakan di atas sistem
Windows 3.1), dan juga satu lagi untuk Chicago (yang hanya mendukung
ANSI). Hal ini menyebabkan kompatibilitas yang tinggi antara Chicago dan
Windows NT, meskipun pada dasarnya kedua sistem tersebut adalah sangat
jauh berbeda jika dilihat dari arsitektur dasarnya.
Windows NT merupakan sistem operasi Windows pertama yang dibuat dengan menggunakan
kernel hibrida, setelah pada versi-versi sebelumnya hanya menggunakan
kernel monolithic saja.
Tampilan layar Microsoft Windows 95.
Setelah
Windows 3.11, Microsoft mulai memulai pengembangan sebuah versi
Windows yang berorientasi kepada pengguna yang diberi nama kode
Chicago. Chicago didesain agar mmeiliki dukungan terhadap
multitasking secara pre-emptive 32-bit seperti halnya yang terdapat di dalam
OS/2 dan
Windows NT, meskipun
kernel 16-bit masih terdapat di dalamnya demi alasan
kompatibilitas ke belakang.
Win32 API yang pertama kali diperkenalkan pada Windows NT pun diadopsi sebagai sebuah standar
antarmuka pemrograman baru yang berbasis
32-bit, dengan kompatibilitas
Win16 juga dipertahankan dengan menggunakan sebuah teknik yang dinamakan dengan "
thunking".
GUI yang baru juga dimiliki oleh
sistem operasi,
meskipun pada awalnya Microsoft tidak merencanakannya sebagai bagian
dari sistem operasi saat dirilis. Memang beberapa elemen antarmuka
pengguna yang dimiliki oleh Cairo dipinjam dan ditambahkan kepada sistem
operasi tersbut sebagai aspek lainnya dari versi itu (khususnya fitur
Plug and Play).
Microsoft tidak mengganti semua kode Windows menjadi 32-bit; banyak
bagian di dalamnya masih berupa 16-bit (meskipun tidak menggunakan
modus real
secara langsung), demi alasan kompatibilitas ke belakang, kinerja, dan
waktu pengembangan. Hal ini dan fakta bahwa banyaknya kelemahan dalam
desain versi-versi Windows sebelumnya, membuat sistem operasi yang baru
ini terganggu efisiensi dan stabilitasnya.
Akhirnya, bagian
marketing Microsoft menggunakan nama Windows 95 sebagai nama produk bagi Chicago, saat dirilis pada tanggal
24 Agustus 1995.
Microsoft memiliki dua keuntungan dari peluncuran ini: 1) adalah
mustahil bagi para konsumen untuk menjalankan Windows 95 pada
sistem operasi DOS bukan buatan
Microsoft
yang jauh lebih murah. 2) meskipun jejak-jejak DOS tidaklah pernah
dicabut dari sistem operasi tersebut, malahan versi tersebut menancapkan
sebuah versi DOS untuk dimuat sebagai bagian dari
proses booting, Windows 95 berjalan dengan sendirinya di dalam
modus 386 Enhanced, dengan menggunakan
memori virtual
dan model pengalamatan memori flat 32-bit. Fitur-fitur itu menjadikan
aplikasi Win32 untuk mengalamatkan RAM virtual sebanyak maksimal 2
gigabyte (dengan 2
gigabyte
sisanya dicadangkan untuk sistem operasi), dan dalam teorinya mencegah
aplikasi tersebut untuk mengganggu ruangan memori yang dimiliki oleh
aplikasi Win32 lainnya tanpa adanya persetujuan dari sistem operasi.
Dalam hal ini, memang fungsionalitas Windows 95 mendekati apa yang
dimiliki oleh Windows NT, meskipun
Windows 95/
98/
Me tidak mendukung memori melebihi 512 megabyte tanpa menyunting konfigurasi sistem yang merepotkan.
Di balik kesuksesan
Microsoft, IBM terus melanjutkan pasar
OS/2, dengan memproduksi OS/2 versi 3.0 dan
OS/2 Warp (versi 4.0). IBM merespons keluhan yang diajukan oleh para konsumen mengenai kebutuhan
perangkat keras
komputer yang tinggi yang diminta oleh OS/2 versi 2.0, OS/2 versi 3.0
pun dibuat jauh lebih ramping dengan melakukan optimalisasi pada ukuran
dan kecepatan. Sebelum Windows 95 dirilis, OS/2 Warp 3.0 bahkan telah
dibundel dalam beberapa penyedia perangkat keras mayor di Jerman. Akan
tetapi, dengan dirilisnya Windows 95, OS/2 lagi-lagi kehilangan pangsa
pasarnya kembali, diambil alih oleh Windows 95.
Mungkin tidak mungkin untuk mencari tahu apa alasan mengapa OS/2
gagal dalam mendapatkan pangsa pasar yang besar. Walaupun OS/2 terus
dapat menjalankan aplikasi Windows 3.1, sebenarnya sudah tidak ada yang
kekurangan lagi, kecuali pada sebagian kecil dari Windows API yang
disebut
Win32s. Tidak seperti Windows 3.1, IBM tidak memiliki akses terhadap
kode sumber Windows 95 dan tidak mau menggunakan waktu dan sumber daya yang ada untuk melakukan
emulasi terhadap
Win32 API. IBM juga memperkenalkan OS/2 pada kasus
Amerika Serikat versus
Microsoft, dengan menyalahkan taktik marketing pada bagian Microsoft, tapi banyak orang mungkin setuju bahwa masalah di dalam bagian
marketing IBM lah dan dukungannya yang sangat kurang dari para
pengembang perangkat lunak yang meyebabkan kegagalan-kegagalan OS/2.
Sebelum menggantinya dengan versi Windows yang baru, Microsoft
merilis Windows 95 dalam lima versi berbeda, yakni sebagai berikut:
- Windows 95 - rilis yang sebenarnya dari Windows 95
- Windows 95 A - mencakup pembaruan Windows 95 Original Service Release 1 (OSR1) yang dimasukkan secara langsung terhadap instalasi.
- Windows 95 B - mencakup beberapa pembaruan mayor lainnya, seperti halnya sistem berkas FAT32, dan Internet Explorer 3.0. Versi ini juga dikenal dengan Windows 95 OSR2, atau banyak orang di Indonesia menyebutnya sebagai Windows 97.
- Windows 95 B USB - atau Windows 95 OSR2.1 merupakan versi Windows 95 yang menawarkan dukungan terhadap perangkat keras berbasis bus Universal Serial Bus/USB.
- Windows 95 C - atau Windows 95 OSR2.5 mencakup semua fitur di atas, ditambah Internet Explorer 4.0. Versi ini merupakan versi yang paling terakhir dirilis dari seri Windows 95.
Windows 95 OSR2, OSR2.1 dan OSR2.5 tidaklah dirilis untuk publik, akan tetapi hanya kepada
OEM saja yang mau menggunakan sistem operasi tersebut ke dalam komputer buatannya. Beberapa perusahaan OEM bahkan menjual
hard disk baru dengan sistem operasi Windows 95 OSR2 di dalamnya.
Selain fitur yang terkandung di dalam Windows 95, Microsoft juga memperkenalkan
Microsoft Plus! for Windows 95 yang mencakup beberapa fitur tambahan yang tidak dimiliki oleh Windows 95.
Tampilan layar Windows NT 4.0 Server.
Microsoft merilis Windows NT 4.0, sebagai penerus Windows NT 3.x yang sukses mengancam dominasi
Novell Netware dan
UNIX
di pasar korporat. Windows NT 4.0 ini pada awalnya dikembangkan sebagai
sebuah bagian dari usaha untuk memperkenalkan Windows NT kepada pasar
workstation. NT 4.0 memiliki antarmuka yang sama dengan
Windows 95, tetapi menggunakan kernel yang sama dengan Windows NT, sehingga lebih stabil. Memang, ada sebuah
patch
tambahan yang tersedia untuk Windows NT 3.51 yang mampu membuat NT 3.51
agar mirip seperti NT 4.0, tapi sangat tidak stabil dan memiliki banyak
bug.
Antarmuka pengguna
tersebut pada awalnya memang dikembangkan di atas Windows NT, tapi
karena Windows 95 dirilis terlebih dahulu sebelum NT 4.0, maka orang
cenderung berpikir "Windows NT 4.0 adalah jiplakan dari Windows 95."
Windows NT 4.0 datang dalam empat versi:
- Windows NT 4.0 Workstation
- Windows NT 4.0 Server
- Windows NT 4.0 Server, Enterprise Edition (yang mencakup dukungan terhadap clustering dan SMP hingga 8-way)
- Windows NT 4.0 Terminal Server
Tampilan layar Windows 98.
Pada
25 Juni 1998, Microsoft merilis sebuah
sistem operasi Windows
baru, yang dikenal sebagai Windows 98. Windows 98 dianggap sebagai
revisi minor terhadap Windows 95, tapi secara umum dilihat jauh lebih
stabil dan dapat diandalkan dibandingkan dengan pendahulunya, Windows
95. Windows 98 mencakup banyak
driver perangkat keras baru dan dukungan
sistem berkas FAT32 yang lebih baik yang mengizinkan
partisi untuk memiliki kapasitas lebih besar dari 2
gigabyte,
sebuah batasan yang terdapat di dalam Windows 95. Dukungan USB di dalam
Windows 98 pun juga jauh lebih baik dibandingkan dengan pendahulunya.
Windows 98 mengundang
kontroversi saat Microsoft memasukkan
penjelajah web
Microsoft Internet Explorer ke dalam sistem operasi dan tidak dapat
dicabut, sehingga menjadikan Windows Explorer dan GUI Windows mampu
menampilkan direktori seolah-olah halaman web. Hal ini membuka kasus
baru, yang disebut sebagai
Amerika Serikat versus Microsoft,
yang menanyakan mengapa Microsoft repot-repot menjaga dominasinya di
dalam sistem operasi komputer pribadi untuk berkompetisi dengan para
pesaingnya seperti
Netscape dan
IBM dengan cara yang tidak jujur.
Pada tahun
1999, Microsoft merilis
Windows 98 Second Edition, sebuah rilis yang menawarkan banyak peningkatan dibandingkan versi sebelumnya.
Internet Connection Sharing, yang merupakan sebuah bentuk dari
Network Address Translation, yang mengizinkan beberapa
mesin di dalam sebuah
jaringan lokal agar dapat menggunakan satu buah jalur koneksi
Internet
bersama-sama pun diperkenalkan pada versi ini. Banyak masalah minor di
dalam Windows yang lama telah dikoreksi, yang menjadikan Windows 98
menurut banyak orang sebagai sebuah versi Windows 9x yang paling stabil
di antara semua versi Windows 9x lainnya.
Logo yang digunakan oleh Microsoft Windows selama tahun
2000
Microsoft merilis
Windows 2000 pada
17 Februari 2000, sebuah versi yang sebelumnya dikenal dengan sebutan Windows NT 5.0 atau "NT 5.0". Versi Windows 2000 ditujukan untuk dua
pangsa pasar, yakni pangsa pasar
workstation dan juga pangsa pasar
server.
Di antara fitur-fitur Windows 2000 yang paling signifikan adalah
Active Directory, sebuah model
jaringan pengganti model jaringan
NT domain, yang menggunakan
teknologi yang merupakan standar industri, seperti
Domain Name System (DNS),
Lightweight Directory Access Protocol (LDAP), dan
Kerberos untuk menghubungkan antara sebuah mesin ke mesin lainnya.
Windows Terminal Services
juga, yang pada Windows NT 4.0 hanya terdapat di dalam satu produk
saja, pada Windows 2000 terdapat dalam semua versi server. Fitur-fitur
baru yang diadopsi dari Windows 98 juga ditanamkan di dalamnya, seperti
Device Manager yang telah ditingkatkan (dengan menggunakan
Microsoft Management Console),
Windows Media Player, dan
DirectX 6.1 (yang memungkinkan
sistem operasi berbasis
kernel Windows NT untuk menjalankan
game). Windows 2000 juga merupakan versi Windows berbasis
kernel NT terakhir yang tidak mengharuskan penggunanya untuk melakukan
aktivasi terhadapnya.
Meskipun Windows 2000 dapat memperbarui
komputer yang sebelumnya menjalankan
Windows 98,
Windows 2000 tidaklah dianggap sebagai produk yang cocok untuk pengguna
rumahan. Alasannya banyak, di antaranya adalah kurangnya
device driver untuk banyak perangkat pengguna seperti pemindai (
scanner) dan juga pencetak (
printer), pada saat dirilis. Situasi tersebut akhirnya berbalik pada saat
Windows XP dirilis oleh Microsoft.
Windows 2000 tersedia dalam enam edisi, yakni:
- Windows 2000 Professional
- Windows 2000 Server
- Windows 2000 Advanced Server
- Windows 2000 Datacenter Server
- Windows 2000 Advanced Server Limited Edition
- Windows 2000 Datacenter Server Limited Edition
Tampilan Windows Millennium Edition screenshot
Pada bulan
September 2000,
Microsoft memperkenalkan
Windows Millennium Edition (dikenal juga dengan sebutan Windows Me atau Windows ME). Versi ini memperbarui
Windows 98 dengan dukungan
multimedia dan
Internet yang lebih baik. Versi ini juga memasukkan fitur "
System Restore," yang mengizinkan para penggunanya untuk mengembalikan keadaan sistem ke sebuah titik yang dikenal baik-baik saja, pada saat
sistem operasi mengalami kegagalan.
System Restore menjadi fitur yang masih dipertahankan pada
Windows XP. Versi ini juga memperkenalkan
Windows Movie Maker versi pertama.
Windows Me dibuat dalam waktu yang singkat, kira-kira hanya satu
tahun, yang ditujukan hanya untuk mengisi kekosongan rilis antara
Windows 98 dan Windows XP sebagai sistem operasi untuk kelas rumahan.
Fitur-fitur yang terdapat di dalam Windows Me (seperti
Internet Explorer 5.5,
Windows Media Player 7.0, dan
Microsoft DirectX 7.1) bahkan bisa diperoleh secara gratis dari
situs Windows Update,
kecuali System Restore. Hasilnya, Windows Me pun tidak dianggap sebagai
sebuah sistem operasi yang unik di antara saudara-saudaranya dari
keluarga Windows 9x,
Windows 95 dan
Windows 98. Windows Me juga
dikritik
karena munculnya masalah kestabilan, dan juga dukungan terhadap MS-DOS
yang berjalan di dalam modus real. Orang-orang bahkan menyebut Windows
Me sebagai
Windows Mistake Edition.
Windows Me merupakan sistem operasi terakhir yang dibuat berdasarkan
kernel monolithic Windows 9x dan
MS-DOS. Versi ini pun menjadi versi terakhir sistem operasi Windows yang tidak memiliki
Windows Product Activation (WPA).
Windows XP: menyatukan kedua jajaran produk
Pada tahun 2001, Microsoft memperkenalkan Windows XP (yang memiliki nama kode "
Whistler" selama
pengembangan).
Akhirnya, setelah merilis beberapa versi Windows berbasis Windows 9x
dan NT, Microsoft berhasil menyatukan kedua jajaran produk tersebut.
Windows XP menggunakan kernel Windows NT 5.1, sehingga menjadikan kernel
Windows NT yang terkenal dengan kestabilannya memasuki pasar konsumen
rumahan, untuk menggantikan produk Windows 9x yang berbasis
16/
32-bit yang sudah menua.
Windows XP merupakan versi sistem operasi Windows yang paling lama
(paling tidak hingga saat ini), karena memang berkisar dari tahun
2001 hingga tahun
2007, saat
Windows Vista dirilis ke konsumen. Jajaran
sistem operasi Windows XP akhirnya diteruskan oleh
Windows Vista pada
30 Januari 2007.
Windows XP tersedia dalam beberapa versi:
- Windows XP Home Edition, yang ditujukan untuk pasar desktop dan laptop rumahan.
- Windows XP Home Edition N, sama seperti Home Edition yang biasa, tapi tidak memiliki Windows Media Player, karena memang peraturan Uni Eropa tidak memperbolehkannya.
- Windows XP Professional, yang ditujukan bagi para power user dan pebisnis.
- Windows XP Professional N, sama seperti Professional Edition, tapi tidak memiliki Windows Media Player, karena peraturan Uni Eropa tidak mengizinkannya.
- Windows XP Media Center Edition (MCE), dirilis pada bulan November 2002, merupakan Windows XP Home Edition yang ditujukan untuk dektop dan laptop dengan penekanan pada hiburan rumahan.
- Windows XP Media Center Edition 2003
- Windows XP Media Center Edition 2004
- Windows XP Media Center Edition 2005, yang dirilis pada 12 Oktober 2004.
- Windows XP Tablet PC Edition, yang ditujukan untuk PC Tablet (PC dengan layar sentuh)
- Windows XP Tablet PC Edition 2005
- Windows XP Embedded, yang ditujukan untuk sistem benam (embedded system)
- Windows XP Starter Edition, yang ditujukan untuk para pengguna komputer di beberapa negara berkembang.
- Windows XP Professional x64 Edition, yang dirilis pada 25 April 2005 untuk sistem-sistem rumahan dan workstation yang menggunakan prosesor 64-bit yang berbasiskan set instruksi x86-64 (AMD64 atau Intel EM64T).
- Windows XP 64-bit Edition, merupakan sebuah versi Windows XP yang ditujukan untuk jajaran prosesor Intel Itanium, yang mempertahankan kompatibilitas dengan aplikasi 32-bit dengan menggunakan emulator perangkat lunak. Versi ini sama saja dengan Windows XP Professional, dari segi fitur-fiturnya. Produk ini dihentikan pada bulan September 2005 saat vendor terakhir workstation berbasis prosesor Itanium menghentikan produk-produknya sebagai "workstation", karena memang mereka cenderung memfokuskan Itanium sebagai basis komputer server.
- Windows XP 64-bit Edition 2003, dibuat berbasiskan basis kode Windows NT 5.2 (sama seperti Windows Server 2003).
Pada tanggal
24 April 2003, Microsoft meluncurkan
Windows Server 2003, sebuah pembaruan untuk
sistem operasi Windows 2000 Server, yang menawarkan banyak fitur-fitur keamanan yang baru, pemandu "
Manage Your Server wizard"
yang menyederhanakan peranan sebuah mesin yang menjalankannya, dan juga
peningkatan kinerja. Windows Server 2003 menggunakan kernel Windows NT
versi 5.2.
Di dalam Windows Server 2003, beberapa
layanan yang tidak terlalu dibutuhkan di dalam lingkungan
server dinonaktifkan secara
default, terutama "
Windows Audio" dan "
Themes" demi alasan kestabilan; Agar dapat menggunakan suara dan tampilan yang sama dengan
Windows XP, pengguna harus mengaktifkannya secara manual, melalui
snap-in Microsoft Management Console Services.msc
Selain itu, akselerasi perangkat keras untuk kartu grafis juga
dimatikan; lagi-lagi pengguna harus mengaktifkannya secara manual, tentu
saja jika
device driver yang digunakan "bisa dipercayai".
Pada bulan
Desember 2005, Microsoft merilis
Windows Server 2003 R2,
yang merupakan Windows Server 2003 Service Pack 1 ditambah dengan
beberapa paket tambahan. Di antara semua fitur-fitur barunya adalah
fitur-fitur manajemeuntuk kantor-kantor cabang, dan integrasi identitas
yang luas.
Windows Server 2003 tersedia dalam lima buah edisi:
- Windows Server 2003, Web Edition
- Windows Server 2003, Standard Edition
- Windows Server 2003, Enterprise Edition (32-bit dan 64-bit)
- Windows Server 2003, Datacenter Edition
- Windows Server 2003, Small Business Server
Tampilan
desktop Windows Fundamentals for Legacy PCs
Pada bulan
Juli 2006, Microsoft merilis sebuah versi
Windows XP Service Pack 2, yang ditujukan untuk pasar
thin-client, yang disebut sebagai
Windows Fundamentals for Legacy PCs (WinFLP). WinFLP hanya tersedia bagi para pelanggan
Microsoft Software Assurance. Tujuan dibuatnya WinFLP adalah untuk memberikan pilihan
upgrade kepada para pelanggannya yang masih menggunakan
Windows 95,
Windows 98,
Windows Me, dan
Windows NT Workstation. Sebagian besar aplikasi pengguna dijalankan di atas mesin jarak jauh dengan menggunakan
Terminal Services atau
Citrix.
Setelah meraih kesukesan besar dengan Windows XP, Microsoft tidak
lantas berhenti begitu saja mengembangkan Windows. Versi terbaru dari
Windows, disebut dengan
Windows Vista, dirilis pada tanggal
30 November 2006 [1]
bagi kalangan bisnis sementara untuk kalangan pengguna rumahan dirilis
pada tanggal 30 Januari 2007. Windows Vista memang dicanangkan agar
memiliki keamanan yang lebih tangguh dibandingkan dengan versi-versi
sebelumnya, dengan memperkenalkan sebuah modus pengguna yang terbatas,
yang disebut sebagai
User Account Control (UAC), untuk menggantikan filosofi "
administrator-by-default"
yang diberlakukan pada Windows XP. Windows Vista juga memperkenalkan
fitur grafik yang jauh lebih "memikat", yang disebut dengan
Windows Aero GUI, aplikasi yang baru (seperti halnya
Windows Calendar,
Windows DVD Maker dan beberapa
game baru termasuk
Chess Titans,
Mahjong, dan
Purble Place). Selain itu, Windows Vista juga menawarkan versi Microsoft
Internet Explorer yang lebih aman, serta
Windows Media Player versi baru (versi 11).
Windows Vista, menampilkan antarmuka grafis Aero-nya yang memikat, Welcome screen dan menu Start.
Windows Vista menggunakan nomor versi 6.0, sehingga memang terdapat
perbedaan versi yang signifikan jika dibandingkan dengan Windows XP yang
menggunakan nomor versi 5.1 atau
Windows Server 2003 (5.2). Karena, memang Windows Vista memiliki banyak perbedaan yang mendasar, khususnya pada bagian arsitektur dasar
sistem operasi.
Windows Vista dijual dalam beberapa edisi:
- Windows Vista Starter
- Windows Vista Home Basic
- Windows Vista Home Premium
- Windows Vista Business
- Windows Vista Enterprise
- Windows Vista Ultimate
Windows Home Server (sebelumnya memiliki nama kode
Q singkatan dari
Quattro) merupakan sebuah produk
server yang diturunkan dari
Windows Server 2003, yang didesain khusus untuk digunakan oleh para konsumen dari pengguna rumahan. Sistem operasi ini diperkenalkan pada tanggal
7 Januari 2007 oleh
Bill Gates. Windows Home Server dapat dikonfigurasikan dan dipantau dengan menggunakan
program console
yang dapat diinstalasikan pada sebuah PC klien. Windows ini memiliki
fitur Media Sharing, backup terhadap drive lokal dan drive jarak jauh,
dan duplikasi berkas.
Windows Server 2008, adalah sebuah versi baru
Windows Server, yang dijadwalkan untuk dirilis pada tanggal
27 Februari 2008. Pada saat pengembangannya, Windows Server memiliki nama kode "
Windows Server Codenamed Longhorn." Windows Server 2008 dibangun di atas beberapa keunggulan teknologi dan keamanan yang pada awalnya diperkenalkan dengan
Windows Vista, dan ditujukan agar bisa lebih modular secara signifikan, ketimbang pendahulunya,
Windows Server 2003.

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Windows 7
Rilis selanjutnya setelah Windows Vista adalah Windows 7, yang sebelumnya dikenal dengan sebutan
Blackcomb dan
Vienna.
Saat pertama kali dirilis, Windows ini memiliki kernel NT versi 6.1
build 7600, yaitu perbaikan dari Windows Vista dimana saat rilis pertama
memiliki kernel NT 6.0 build 6000. Windows 7 yang dirilis pada tanggal
22 Oktober 2009 ini memiliki keamanan dan fitur yang baru, diantaranya
adalah: Jump List, Taskbar yang membuka program dengan tampilan kecil,
Windows Media Player 12, Internet Explorer 8, dan lain-lain. Beberapa
fitur yang unik adalah Sidebar yang berganti nama menjadi Gadget dan
bebas ditaruh kemana-mana pada desktop (tidak seperti Sidebar yang hanya
bisa diletakkan di tempat tertentu). Fitur itu membuat Windows 7
menjadi menarik. Spesifikasi Windows 7 lebih ringan dan harganya juga
lebih murah dari pada Windows Vista.
Sama seperti Windows Vista, Windows 7 juga tersedia dalam 6 edisi yaitu:
- Windows 7 Starter
- Windows 7 Home Basic
- Windows 7 Home Premium
- Windows 7 Professional
- Windows 7 Ultimate
- Windows 7 Enterprise

Artikel utama untuk bagian ini adalah:
Windows 8
Pengembangan Windows 8 dimulai sebelum Windows 7 diluncurkan pada tahun
2009.
Tanggal 13 September 2011, build 8102 (Windows 8 Developer Preview)
dirilis ke publik. Build ini terbuka penuh untuk pertama kalinya dan
dilengkapi Start Screen baru, antarmuka pengguna Metro dan sejumlah
sampel aplikasi buatan para karyawan magang di Microsoft. Pada tanggal
29 Februari 2012, Microsoft meluncurkan Windows 8 Consumer Preview,
versi beta dari Windows 8, build 8250. Untuk pertama kalinya sejak
Windows 95, tombol Start tidak lagi muncul di taskbar, meski layar
Start-nya masih harus dibuka dengan mengklik sudut kiri bawah layar dan
tombol Start di kotak Charm. Pada tanggal 1 Agustus 2012, Windows 8
(build 9200) dirilis dengan nomor build 6.2.9200.16384. Microsoft
mengadakan acara peluncuran pada 25 Oktober 2012 dan meluncurkan Windows
8 untuk publik keesokan harinya.
Fitur:
- Desain aplikasi Windows 8 UI, yang bisa dibuat dari bahasa pemograman apa saja, seperti : HTML/CSS, JavaScript, C, C++, C#, dll.
- Hilangnya tombol Mulai (digantikan oleh Layar Mulai dan Charms).
- Hilangnya tombol start pada desktop
- Kompatibel dengan arsitektur Intel, AMD, dan ARM (khususnya tablet).
- Kompatibel dengan perangkat berspesifikasi rendah seperti Tablet, Laptop, Netbook, bahkan Smartphone
- Portabel di USB (Windows To Go).
- Windows Explorer menggunakan ribbon seperti Office 2010 & 2007, juga berganti nama menjadi 'File Explorer.
- Hybrid Boot, fitur untuk mempercepat waktu start-up dengan menyimpan memori inti Windows ke dalam hard disk dan me-load-nya tiap booting.
- Fitur pengembalian (recovery) baru, Refresh dan Reset.
Refresh akan mengembalikan semua file Windows ke kondisi awal tanpa
mengubah pengaturan, berkas, atau aplikasi Windows 8 UI. Reset akan
mengembalikan komputer ke kondisi standar pabrikan.
- Rancangan baru dari Windows Task Manager.
- Proses aktivasi yang mudah.
- Diperkenalkannya Layar Kunci (Lock Screen).
- Bursa Windows, sebagai tempat membeli atau menginstal aplikasi Windows 8 UI.
- Aplikasi media penyimpanan awan baru yang disebut Skydrive.
- Antivirus yang sudah terintegrasi dengan Windows Defender.
- Pilihan jenis log-in yang beragam, yaitu sandi akun Microsoft/lokal, sandi gambar, dan PIN.
Edisi:
Windows 8 adalah edisi standar Windows untuk arsitektur IA-32 dan
x64. Dokumantasi yang didapat dari ImageX tool dan buku Paul Thurrott di
Windows 8 juga menyebutkan versi ini sebagai "Core". Edisi ini membawa
fitur-fitur yang ditunjukkan untuk pengguna rumahan dan memberikan semua
fitur standar Windows 8 seperti Layar Mulai, ubin langsung, Bursa
Windows, Internet Explorer 10, dan lain-lain.
Windows 8 Pro sebanding dengan Windows 7 Professional dan Ultimate
dan ditunjukkan pada pengguna tingkat lanjut atau pengguna rumahan
tingkat lanjut (dengan Windows Media Center meskipun harus membelinya
lagi ). Fitur tambahan meliputi kemampuan untuk menerima koneksi Remote
Desktop, ikut serta dalam Domain Windows Server, Enkripsi Berkas Sistem,
Hyper-V, pemuatan (booting) Virtual Hard Disk, Group Policy, BitLocker
dan BitLocker To Go.
Windows 8 Enterprise menyediakan semua fitur di Windows 8 Pro
(kecuali kemampuan untuk memasang Windows Media Center), dengan fitur
tambahan untuk membantu organisasi TI (lihat tabel dibawah). Edisi ini
tersedia untuk pengguna Software Assurance atau pelanggan MSDN dan
TechNet Professional, dan dirilis tanggal 16 Agustus 2012.
Windows RT hanya akan tersedia terpasang di perangkat berbasis ARM
seperti tablet KP. Windows RT akan terpaket dengan versi yang
teroptimalkan untuk sentuh dari versi desktop Microsoft Office 2013 Home
and Student (Microsoft Office RT 2013) berisi Word, Excel, PowerPoint,
dan OneNote, dan mendukung kemampuan enkripsi perangkat. Beberapa fitur
kantoran seperti Group Policy dan dukungan domain tidak didukung.
Layar Mulai Windows 8.1 Update 1
Rilis selanjutnya setelah Windows 8 adalah Windows 8.1, yang sebelumnya dikenal dengan sebutan
Blue.
Tanggal 26 Juni 2013, build 9431 (Windows 8.1 Free Preview) dirilis ke
publik. Build ini terbuka penuh untuk pertama kalinya dan dilengkapi
dengan tombol Mulai baru, booting langsung ke desktop, layar kunci yang
disempurnakan dan sejumlah aplikasi Metro yang baru. Pada tanggal 27
Agustus 2013, Windows 8.1 (build 9600) dirilis dengan nomor build
6.3.9600.16384. Microsoft mengadakan acara peluncuran pada 17 Oktober
2013 dan meluncurkan Windows 8.1 untuk publik keesokan harinya.
Fitur:
- Aplikasi standar baru: Calculator (Modern UI), Alarm, Sound
Recorder, Reading List, Food & Drink, Help & Tips, dan sebuah
File Manager berbasis Modern UI (menyatu bersama aplikasi SkyDrive
Modern UI).
- Kembalinya Tombol start pada windows dan Hilangnya aplikasi Messaging.
- Terintegrasi dengan Internet Explorer 11 (Preview).
Internet Explorer 11 Preview di Windows 8.1 Preview
- PC Settings, merangkum pengaturan-pengaturan Control Panel (berbasis Modern UI).
- Windows PowerShell v40: sejumlah perintah baru untuk mengelola Start Screen, Windows Defender, dll.
- Bursa Windows 2.0: Tampilan Baru dan lebih fleksibel, memperbarui aplikasi secara otomatis.
- Boot ke desktop: Windows 8.1 bisa booting langsung ke desktop tanpa harus ke Layar Mulai.
- Latar Layar Mulai: Warna dan Pola latar belakang di Layar Mulai
Windows 8 bisa diatur sesuka hati, bahkan bisa disamakan dengan desktop.
- Search Heroes: Di Windows 8, kita hanya bisa mencari aplikasi,
pengaturan, dan files. Di Windows 8.1, selain mencari aplikasi,
pengaturan, dan files, kita juga bisa mencari orang-orang terkenal,
artis, kota, atau apa saja; karena pencarian Windows 8.1 sudah
terintegrasi dengan internet lewat Bing.
- Multitugas fleksibel: Di Windows 8, kita hanya bisa menjalankan 2
aplikasi secara bersamaan. Di Windows 8.1, kita bisa menjalankan 3 atau 4
aplikasi secara bersamaan, tergantung ukuran layar.
- Layar Mulai fleksibel: Kustomisasi lebih fleksibel, menggrup,
,menempel, melepas, dan mengubah ukuran ubin aplikasi menjadi lebih
mudah.
- Tampilan Baru File Explorer: Pustaka (Library) disembunyikan secara
default (namun menjadi satu dibawah This PC) dan Computer berubah nama
menjadi This PC.
Sama seperti Windows 8, Windows 8.1 juga tersedia dalam 4 edisi yaitu:
- Windows 8.1
- Windows 8.1 Pro
- Windows 8.1 Enterprise
- Windows RT 8.1
Windows 10 merupakan rilis mendatang dari sistem operasi Microsoft Windows. Diperkenalkan pada tanggal
30 September 2014, dirilis pada tanggal
29 Juli 2015.
Linux
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Linux (diucapkan ˈlɪnəks atau /ˈlɪnʊks/)
[1] adalah nama yang diberikan kepada
sistem operasi komputer
bertipe Unix. Linux merupakan salah satu contoh hasil pengembangan
perangkat lunak bebas dan
sumber terbuka utama. Seperti perangkat lunak bebas dan sumber terbuka lainnya pada umumnya,
kode sumber Linux dapat dimodifikasi, digunakan dan didistribusikan kembali secara bebas oleh siapa saja.
[2]
Nama "Linux" berasal dari nama pembuatnya, yang diperkenalkan tahun 1991 oleh
Linus Torvalds. Sistemnya,
peralatan sistem dan
pustakanya umumnya berasal dari
sistem operasi GNU, yang diumumkan tahun 1983 oleh
Richard Stallman. Kontribusi GNU adalah dasar dari munculnya
nama alternatif GNU/Linux.
[3]
Linux telah lama dikenal untuk penggunaannya di
server, dan didukung oleh perusahaan-perusahaan komputer ternama seperti
Intel,
Dell,
Hewlett-Packard,
IBM,
Novell,
Oracle Corporation,
Red Hat, dan
Sun Microsystems. Linux digunakan sebagai sistem operasi di berbagai macam jenis
perangkat keras komputer, termasuk
komputer desktop,
superkomputer,
[4], dan
sistem benam seperti
pembaca buku elektronik, sistem permainan video (
PlayStation 2,
PlayStation 3 dan
XBox[5]),
telepon genggam dan
router. Para pengamat teknologi informatika beranggapan kesuksesan Linux dikarenakan Linux tidak bergantung kepada vendor (
vendor independence), biaya operasional yang rendah, dan kompatibilitas yang tinggi dibandingkan versi UNIX
tak bebas, serta faktor keamanan dan kestabilannya yang tinggi dibandingkan dengan sistem operasi lainnya seperti
Microsoft Windows. Ciri-ciri ini juga menjadi bukti atas keunggulan model pengembangan perangkat lunak sumber terbuka (
opensource software).
Sistem operasi Linux yang dikenal dengan istilah
distribusi Linux (
Linux distribution) atau distro Linux umumnya sudah termasuk perangkat-perangkat lunak pendukung seperti
server web,
bahasa pemrograman,
basisdata,
tampilan desktop (
desktop environment) seperti
GNOME,
KDE dan
Xfce juga memiliki
paket aplikasi perkantoran (
office suite) seperti
OpenOffice.org,
KOffice,
Abiword,
Gnumeric dan
LibreOffice.
Sejarah
Sistem operasi
Unix dikembangkan dan diimplementasikan pada tahun
1960-an dan pertama kali dirilis pada
1970.
Faktor ketersediaannya dan kompatibilitasnya yang tinggi menyebabkannya
dapat digunakan, disalin dan dimodifikasi secara luas oleh
institusi-institusi akademis dan pada pebisnis.
Logo Linux
Logo Linux (Tux) dimulai saat
Linus Torvalds sedang berjalan-jalan di taman Perth. Saat sedang berjalan itu lah
Linus Torvalds
di patok oleh seekor Pinguin dan demam selama berhari-hari. Ia berfikir
bahwa karakter pinguin cocok untuk menjadi logo dari sistem operasi
barunya itu. Maka diadakan sebuah kompetisi untuk mendesain Logo Linux
yang baru, dan kompetisi itu dimenangkan oleh Larry Ewing yang berhasil
menggambarkan seekor pinguin yang sedang duduk.
Proyek GNU
Proyek GNU yang mulai pada
1984 memiliki tujuan untuk membuat sebuah sistem operasi yang kompatibel dengan Unix dan lengkap dan secara total terdiri atas
perangkat lunak bebas.
[6] Tahun 1985,
Richard Stallman mendirikan
Yayasan Perangkat Lunak Bebas dan mengembangkan
Lisensi Publik Umum GNU (
GNU General Public License atau GNU GPL). Kebanyakan program yang dibutuhkan oleh sebuah sistem operasi (seperti pustaka,
kompiler,
penyunting teks,
shell Unix dan sistem jendela) diselesaikan pada awal tahun
1990-an, walaupun elemen-elemen tingkat rendah seperti
device driver,
jurik dan
kernel masih belum selesai pada saat itu.
[7]
Linus Torvalds pernah berkata bahwa jika kernel GNU sudah tersedia pada
saat itu (1991), dia tidak akan memutuskan untuk menulis versinya
sendiri.
[8]
MINIX
MINIX, sebuah sistem bertipe Unix yang ditujukan untuk penggunaan akademis dirilis oleh
Andrew S. Tanenbaum pada tahun 1987. Kode sumber MINIX 1.0 tercantum dalam bukunya
Operating Systems: Design and Implementation.
Walaupun dapat secara mudah didapatkan, modifikasi dan pendistribusian
ulang tidak diperbolehkan pada saat itu. Hak cipta dari kode sumbernya
termasuk ke dalam hak cipta dari bukunya yang dipublikasikan oleh
Prentice Hall. Sebagai tambahan, disain versi
16-bit dari MINIX kemudian tidak secara baik diadaptasikan kepada versi
32-bit dari arsitektur
Intel 386 yang murah dan populer yang digunakan secara luas di komputer pribadi.
Tahun 1991, Torvalds mulai bekerja untuk membuat versi non-komersial pengganti MINIX sewaktu ia belajar di
Universitas Helsinki.
[9] Hasil kerjaannya itu yang kemudian akan menjadi
kernel Linux.
Pada tahun 1992, Tanembaum menulis sebuah artikel di
Usenet,
mengklaim bahwa Linux sudah ketinggalan zaman. Dalam artikelnya, ia
mengkritik Linux sebagai sebuah sistem operasi dengan rancangan
monolitik dan terlalu terpaku dengan arsitektur x86 sehingga tidak bersifat
portable, di mana digambarkannya sebagai sebuah "kesalahan mendasar".
[10]
Tanenbaum menyarankan bahwa mereka yang menginginkan sebuah sistem
operasi modern harus melihat kepada sebuah rancangan yang berdasarkan
kepada model
mikrokernel. Tulisan tersebut menekankan tanggung jawab Torvalds yang berujung kepada sebuah
debat tentang rancangan kernel monolitik dan mikrokernel.
[10]
Sekarang ini Linux telah digunakan di berbagai domain, dari
sistem benam[11] sampai
superkomputer,
[12] dan telah mempunyai posisi yang aman dalam instalasi
server web dengan aplikasi
LAMP-nya yang populer.
[13]
Pengembangan kernel Linux masih dilanjutkan oleh Torvalds, sementara
Stallman mengepalai Yayasan Perangkat Lunak Bebas yang mendukung
pengembangan komponen
GNU.
Selain itu, banyak individu dan perusahaan yang mengembangkan komponen
non-GNU. Komunitas Linux menggabungkan dan mendistribusikan kernel,
komponen GNU dan non-GNU dengan perangkat lunak manajemen paket dalam
bentuk
distribusi Linux.
Pengucapan
Pada tahun
1992, Torvalds menjelaskan bagaimana ia mengeja kata
Linux:
| “ |
'li' dieja dengan bunyi [ee] pendek, 'nux' juga pendek, non-diftong, seperti dalam pUt.
Linux hanya merupakan nama kerja untuk sesuatu, dan karena saya
menulisnya untuk menggantikan minix di sistemku, hasilnya adalah apa
adanya... linus' minix menjadi linux. |
” |
Torvalds membuat sebuah contoh audio yang berisi suara bagaimana pengejaannya dalam bahasa Inggris dan Swedia.
[14][15] Tetapi, sebuah wawancara dari dokumentasi tahun 2001
Revolution OS mengindikasikan bahwa cara pengejaannya sedikit berubah.
[16]
Dalam bahasa Inggris, banyak orang cenderung mengeja Linux sebagai
[ˈlɪnʊks] atau
[ˈlɪnəks].
Desain
Linux merupakan
sistem operasi bertipe Unix modular. Linux memiliki banyak disain yang berasal dari disain dasar Unix yang dikembangkan dalam kurun waktu
1970-an hingga
1980-an. Linux menggunakan sebuah
kernel monolitik,
kernel Linux yang menangani kontrol proses, jaringan,
periferal dan pengaksesan
sistem berkas.
Device driver telah terintegrasi ke dalam kernel.
Banyak fungsi-fungsi tingkat tinggi di Linux ditangani oleh proyek-proyek terpisah yang berintegrasi dengan kernel.
Userland GNU merupakan sebuah bagian penting dari sistem Linux yang menyediakan
shell dan
peralatan-peralatan
yang menangani banyak fungsi-fungsi dasar sistem operasi. Di atas
kernel, peralatan-peralatan ini membentuk sebuah sistem Linux lengkap
dengan sebuah
antarmuka pengguna grafis yang dapat digunakan, umumnya berjalan di atas
X Window System.
Antarmuka pengguna
Linux dapat dikendalikan oleh satu atau lebih
antarmuka baris perintah (
command line interface atau CLI) berbasis teks,
antarmuka pengguna grafis (
graphical user interface atau GUI, yang umumnya merupakan konfigurasi bawaan untuk versi
desktop).
Pada komputer meja,
GNOME,
KDE dan
Xfce merupakan antarmuka pengguna yang paling populer,
[17] walaupun terdapat sejumlah varian antarmuka pengguna. Antarmuka pengguna yang paling populer berjalan di atas
X Window System (X), yang menyediakan
transparansi jaringan yang memperolehkan sebuah aplikasi grafis berjalan di atas satu mesin tetapi ditampilkan dan dikontrol di mesin yang lain.
GUI yang lain memiliki
X window manager seperti
FVWM,
Enlightenment,
Fluxbox,
Icewm dan
Window Maker.
Manajer jendela menyediakan kontrol untuk penempatan dan penampilan
dari jendela-jendela aplikasi individual serta interaksi dengan sistem
jendela X.
Sebuah sistem Linux umumnya menyediakan sebuah
antarmuka baris perintah lewat sebuah
shell, yang merupakan cara tradisional untuk berinteraksi dengan sebuah sistem Unix. Sebuah
distro Linux yang dikhususkan untuk lingkungan
peladen mungkin hanya memiliki CLI sebagai satu-satunya antarmuka. Sebuah sistem yang tidak memiliki
monitor hanya dapat dikontrol melalui baris perintah lewat protokol seperti
SSH atau
telnet.
Kebanyakan komponen tingkat rendah Linux, termasuk GNU
Userland,
menggunakan CLI secara ekslusif. CLI cocok untuk digunakan pada
lingkungan otomasi tugas-tugas yang repetitif atau tertunda, dan
menyediakan
komunikasi inter-proses yang sangat sederhana. Sebuah program
emulator terminal grafis sering digunakan untuk mengakses CLI dari sebuah Linux desktop.
Pengembangan
Sebuah ringkasan sejarah sistem operasi-sistem operasi
bertipe Unix
menunjukkan asal usul Linux. Perhatikan walaupun memiliki konsep dan
disain arsitektur yang sama, Linux tidak memiliki kode sumber yang tidak
bebas seperti halnya
Unix atau
Minix.
Perbedaan utama antara Linux dan sistem operasi populer lainnya terletak pada
kernel Linux dan komponen-komponennya yang
bebas dan
terbuka.
Linux bukan satu-satunya sistem operasi dalam kategori tersebut,
walaupun demikian Linux adalah contoh terbaik dan terbanyak digunakan.
Beberapa lisensi perangkat lunak
bebas dan
sumber terbuka berdasarkan prinsip-prinsip
copyleft, sebuah konsep yang menganut prinsip: karya yang dihasilkan dari bagian
copyleft harus juga merupakan
copyleft. Lisensi perangkat lunak bebas yang paling umum,
GNU GPL, adalah sebuah bentuk
copyleft, dan digunakan oleh kernel Linux dan komponen-komponen dari
proyek GNU.
Sistem Linux berkaitan erat dengan standar-standar
POSIX,
[18] SUS,
[19] ISO dan
ANSI. Akan tetapi, baru distribusi Linux-FT saja yang mendapatkan sertifikasi POSIX.1.
[20]
Proyek-proyek perangkat lunak bebas, walaupun dikembangkan dalam
bentuk kolaborasi, sering dirilis secara terpisah. Akan tetapi,
dikarenakan lisensi-lisensi perangkat lunak bebas secara eksplisit
mengijinkan distribusi ulang, terdapat proyek-proyek yang bertujuan
untuk mengumpulkan perangkat lunak-perangkat lunak tersebut dan
menjadikannya tersedia dalam waktu bersamaan dalam suatu bentuk yang
dinamakan
distribusi Linux.
Sebuah
distribusi Linux,
yang umum disebut dengan "distro", adalah sebuah proyek yang bertujuan
untuk mengatur sebuah kumpulan perangkat lunak berbasis Linux dan
memfasilitasi instalasi dari sebuah sistem operasi Linux.
Distribusi-distribusi Linux ditangani oleh individu, tim, organisasi
sukarelawan dan entitas komersial. Distribusi Linux memiliki perangkat
lunak sistem dan
aplikasi
dalam bentuk paket-paket dan perangkat lunak yang spesifik dirancang
untuk instalasi dan konfigurasi sistem. Perangkat lunak tersebut juga
bertanggung jawab dalam pemutakhiran paket. Sebuah Distribusi Linux
bertanggung jawab atas konfigurasi bawaan, sistem keamanan dan integrasi
secara umum dari paket-paket perangkat lunak sistem Linux.
Komunitas
Sebuah sesi baris perintah menggunakan
bash.
Linux dikendalikan oleh pengembang dan komunitas penggunanya.
Beberapa vendor mengembangkan dan mendanai distribusi mereka sendiri
dengan dasar kesukarelaan.
Debian merupakan contoh yang bagus. Yang lain memiliki versi komunitas dari versi komersialnya seperti yang
Red Hat lakukan dengan
Fedora.
Di banyak kota dan wilayah, asosiasi lokal yang dikenal dengan nama
Kelompok Pengguna Linux (
Linux Users Group
atau LUG) mempromosikan Linux dengan mengadakan pertemuan, demonstrasi,
pelatihan, dukungan teknis dan instalasi sistem operasi Linux secara
gratis. Ada banyak juga komunitas
Internet
yang menyediakan dukungan terhadap pengembang dan pengguna Linux.
Banyak proyek distribusi dan perangkat lunak sumber terbuka yang
memiliki ruang percakapan
IRC atau
newsgroup.
Forum daring merupakan bentuk lain untuk mendapatkan dukungan, contoh:
LinuxQuestions.org dan forum
Gentoo. Distribusi Linux memiliki
milis dengan pembagian topik seperti penggunaan atau pengembangan.
Ada beberapa situs web teknologi yang berfokuskan kepada Linux.
Linux Weekly News adalah sebuah cernaan mingguan dari berita-berita yang berkaitan dengan Linux. Sementara itu
Linux Journal merupakan majalah Linux daring yang dirilis setiap bulan.
Slashdot adalah situs web berita yang berhubungan dengan teknologi yang memiliki banyak berita tentang Linux dan perangkat lunak bebas.
Groklaw
memiliki berita mendalam tentang kemajuan Linux dan memiliki banyak
artikel yang berhubungan dengan kernel Linux serta hubungannya dengan
GNU dalam
proyek GNU.
Majalah Linux cetakan umumnya memiliki
cakram sampul yang memuat perangkat lunak atau bahkan distribusi Linux lengkap.
[21][22]
Walaupun Linux secara umum tersedia secara gratis, beberapa
perusahaan besar menjalani model bisnis yang terdiri dari penjualan,
dukungan dan kontribusi terhadap Linux dan perangkat lunak bebas; ini
termasuk
Dell,
IBM,
HP,
Sun Microsystems,
Novell, dan
Red Hat.
Lisensi perangkat lunak bebas di mana digunakan Linux secara eksplisit
mengakomodasi komersialisasi; hubungan antara Linux dan vendor-vendor
individual dapat dilihat sebagai suatu
simbiosis.
Satu model bisnis yang umum dari pemasok komersial yaitu dengan
mengenakan biaya atas dukungan khususnya terhadap pengguna-pengguna
kalangan bisnis. Sejumlah perusahaan menawarkan versi bisnis dari
distribusi Linux mereka, antara lain berupa dukungan atas paket-paket
tak bebas dan alat bantu untuk mengatur sejumlah besar instalasi atau
untuk memudahkan tugas-tugas administratif. Model bisnis yang lain
adalah dengan memberikan perangkat lunak secara gratis untuk penjualan
perangkat keras.
Pemrograman di Linux
Sebagian besar distribusi Linux mendukung banyak
bahasa pemrograman. Koleksi peralatan untuk membangun aplikasi dan program-program sistem operasi yang umum terdapat di dalam
GNU toolchain, yang terdiri atas
GNU Compiler Collection (GCC) dan
GNU build system. GCC menyediakan kompilator untuk
Ada,
C,
C++,
Java, dan
Fortran. Kernel Linux sendiri ditulis untuk dapat dikompilasi oleh GCC. Kompilator
tak bebas (proprietary) untuk Linux antara lain adalah
Intel C++ Compiler dan IBM XL C/C++ Compiler.
Kebanyakan distribusi juga memiliki dukungan untuk
Perl,
Ruby,
Python dan
bahasa pemrograman dinamis lainnya. Contoh bahasa pemrograman yang tidak umum tetapi tetap mendapat dukungan di Linux antara lain adalah
C# dengan proyek
Mono yang disponsori oleh
Novell, dan
Scheme. Sejumlah
Java Virtual Machine dan peralatan pengembang jalan di Linux termasuk Sun Microsystems JVM (
HotSpot), dan J2SE RE IBM, serta proyek-proyek sumber terbuka lainnya seperti
Kaffe. Dua kerangka kerja utama untuk pengembangan aplikasi grafis di Linux adalah
GNOME dan
KDE. Proyek-proyek ini berbasiskan
GTK+ dan
Qt. Keduanya mendukung beragam bahasa pemrograman. Untuk
Integrated development environment terdapat
Anjuta,
Code::Blocks,
Eclipse,
KDevelop,
Lazarus,
MonoDevelop,
NetBeans, dan
Omnis Studio, sedangkan penyunting teks yang telah lama tersedia adalah
Vim dan
Emacs.
[23]
Penggunaan
Sebagian besar distribusi Linux didisain untuk penggunaan umum di
komputer meja dan
peladen, tetapi terdapat distribusi yang dikhususkan untuk tujuan dan lingkungan yang berbeda yang tergantung kepada dukungan
arsitektur komputer,
sistem benam, stabilitas, keamanan, lokalisasi ke wilayah atau bahasa tertentu, kelompok pengguna tertentu, dukungan
aplikasi waktu nyata, atau lingkungan
desktop tertentu. Beberapa distribusi bahkan mengikutkan hanya
perangkat lunak bebas.
Sekarang ini ada sekitar tiga ratus distribusi yang secara aktif
dikembangkan, dengan sekitar selusin distribusi yang menjadi terpopuler
untuk penggunaan secara umum.
[24]
Linux adalah sistem operasi yang di-
porting secara luas. Kernel Linux awalnya didisain hanya untuk
mikroprosesor Intel 80386, sekarang kernel Linux telah jalan di beragam
arsitektur komputer antara lain di perangkat
hand-held iPAQ berbasis ARM,
komputer mainframe IBM System z9, dari peralatan berupa
telepon bergerak hingga
superkomputer.
[25] Terdapat distribusi yang dikhususkan untuk sejumlah kecil arsitektur.
Fork kernel
ELKS dapat dijalankan di
mikroprosesor 16-bit Intel 8086 atau
Intel 80286, sementara
fork kernel
µClinux dapat dijalankan di atas sistem yang tidak memiliki sebuah
unit manajemen memori.
Komputer meja
Walaupun masih terdapat kekurangan dalam hal
porting Linux untuk beberapa perangkat lunak
Mac OS X dan
Microsoft Windows untuk domain seperti
desktop publishing[26] dan
audio profesional,
[27][28][29] aplikasi yang secara kasar sama dengan aplikasi-aplikasi untuk Mac dan Windows tersebut tersedia di Linux.
[30]
Kebanyakan
distribusi Linux menyediakan sebuah program untuk melihat daftar ribuan
perangkat lunak bebas
yang telah diuji dan dikonfigurasi untuk sebuah distribusi yang
spesifik. Program-program bebas ini dapat diunduh dan diinstal dengan
satu klik tetikus dan sebuah tanda tangan digital menjamin bahwa tidak
ada seorangpun yang menambahkan
virus atau
spyware ke program-program tersebut.
Banyak
perangkat lunak bebas yang populer di
Windows seperti
Pidgin,
Mozilla Firefox,
OpenOffice.org dan
GIMP. Jumlah perangkat lunak berbayar di Linux juga semakin bertambah
[31] seperti
Adobe Flash Player,
Acrobat Reader,
Matlab,
Nero Burning ROM,
Opera,
RealPlayer, dan
Skype. Dalam animasi dan efek visual, terdapat juga perangkat lunak di Linux seperti halnya Windows seperti
AutoDesk Maya, Softimage XSI dan
Apple Shake.
CrossOver merupakan perangkat lunak berbayar berbasis proyek sumber terbuka
Wine yang dapat menjalankan versi lama dari
Microsoft Office dan
Adobe Photoshop.
Microsoft Office 2007 dan Adobe Photoshop CS3 diketahui dapat dijalankan
[32][33]
Hak cipta dan merek dagang
Linux kernel dan sebagian besar perangkat lunak GNU menggunakan
GNU General Public License
(GPL) sebagai basis lisensinya. GPL mengharuskan siapapun yang
mendistribusikan kernel linux harus membuat kode sumber (dan semua
modifikasi atas itu) tersedia bagi pengguna dengan kriteria yang sama.
Tahun 1997, Linus Torvald menyatakan, “Menjadikan Linux berbasis GPL
sungguh merupakan hal terbaik yang pernah saya lakukan.”
[34] Komponen penting lain dalam sistem Linux diijinkan menggunakan lisensi selain dari GPL; banyak pustaka menggunakan
GNU Lesser General Public License (LGPL), varian GPL yang lebih moderat, dan sistem
X Window System menggunakan
MIT License.
Linus Torvald telah menyatakan ke khayalak umum bahwa ia tidak akan
memindahkan lisensi kernel Linux yang saat ini menggunakan GPL versi 2
ke GPL versi 3, yang ditembangkan pada pertengahan tahun 2007, dengan
alasan beberapa ketentuan yang terdapat pada lisensi baru tersebut
melarang penggunaan perangkat lunak dalam
manajemen hak digital (Inggris:
Digital rights management).
[35][36]
Penelitian yang dilakukan pada tahun 2001 terhadap
Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa
distro perangkat lunak tersebut terdiri atas 30 juta baris kode. Dengan menggunakan algoritma
model biaya konstruktif (Inggris:
Constructive Cost Model),
penelitian itu memperkirakan bahwa distro tersebut membutuhkan waktu
kira-kira delapan ribu tahun kerja untuk mengembangkannya. Menurut
penelitian tersebut, jika semua elemen dari perangkat lunak tersebut
dikembangkan dengan cara konvensional dalam artian sebagai perangkat
lunak tertutup, pengembangan distro tersebut akan menelan biaya sebesar
1,08 miliar dolar (basis nilai tukar dolar tahun 2000) untuk
dikembangkan di Amerika Serikat.
[37]
Sebagian besar kode (71%) ditulis dengan menggunakan
bahasa pemrograman C, namun banyak bahasa lainnya juga ikut terlibat seperti
C++,
Assembly,
Perl,
Python,
Fortran,
dan berbagai bahasa skrip lain. Lebih dari separuh dari seluruh kode
dilisensikan di bawah naungan GPL. Kernel linux itu sendiri terdiri atas
2,4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari total keseluruhan.
[37]
Penelitian lainnya menghasilkan analisis yang sama terhadap distro Debian GNU/Linux versi 4.0.
[38]
Distro tersebut terdiri atas lebih dari 283 juta baris kode, dan
penelitian tersebut memperkirakan biaya pengembangan yang dibutuhkan
sebesar 5,4 miliar euro jika dikembangkan sebagai perangkat linak
tertutup.
Di Amerika Serikat,
Linux merupakan merek dagang (SN: 1916230) yang dimiliki oleh Linus Torvalds. Linux terdaftar sebagai "Program sistem operasi
komputer
bagi penggunaan komputer dan operasi". Merek dagang ini didaftarkan
setelah ada suatu kejadian di mana seorang pemalsu bernama William R
Della Croce Jr mulai mengirim surat kepada para distributor Linux dan
megklaim trademark
Linux adalah hakmiliknya serta meminta royalti
sebanyak 10% dari mereka. Para distributor Linux mulai mendorong agar
trademark yang asli diberikan kepada Linus Torvalds. Pemberian lisensi
trademark Linux sekarang dibawah pengawasan Linux Mark Institute.
Distribusi Linux
Lihat juga Distribusi Linux
Terdapat banyak distribusi Linux (lebih dikenali sebagai
distro)
yang dibuat oleh individu, grup, atau lembaga lain. Masing-masing
disertakan dengan program sistem dan program aplikasi tambahan, di
samping menyertakan suatu program yang memasang keseluruhan sistem di
komputer (
installer program).
Inti di setiap distribusi Linux adalah kernel, koleksi program dari proyek GNU (atau proyek lain), cangkang (
shell), dan aturcara utilitas seperti pustaka (
libraries),
kompilator, dan
penyunting
(editor). Kebanyakan sistem juga menyertakan aturcara dan utilitas yang
bukan-GNU. Bagaimanapun, utilitas tersebut dapat dipisahkan dan sistem
ala UNIX masih tersedia. Beberapa contoh adalah aturcara dan utiliti
dari
BSD dan sistem grafik-X (
X-Window System). X menyediakan antarmuka grafis (GUI) yang umum untuk Linux.
Contoh-contoh distribusi Linux :
Aplikasi sistem operasi Linux
Pengguna Linux, yang pada umumnya memasang dan melakukan sendiri
konfigurasi terhadap sistem, lebih cenderung mengerti teknologi
dibanding pengguna Microsoft Windows atau Mac OS. Mereka sering disebut
hacker atau
geek. Namun
stereotipe
ini semakin berkurang dengan peningkatan sifat ramah-pengguna Linux dan
makin luasnya pengguna distribusi. Linux telah membuat pencapaian yang
cukup baik dalam pasaran komputer server dan komputer tujuan khusus,
seperti mesin render gambar dan server web. Linux juga mulai populer
dalam pasaran komputer
desktop.
Linux merupakan asas kepada kombinasi program-server
LAMP, kependekan dari Linux, Apache, MySQL, Perl/PHP/Python. LAMP telah mencapai popularitas yang luas di kalangan pengembang Web.
Linux juga sering digunakan sebagai
sistem operasi embeded. Biaya pengadaan Linux yang murah memungkinkan penggunaannya dalam peralatan seperti
simputer, yaitu komputer berbiaya rendah yang ditujukan pada penduduk berpendapatan rendah di
Negara-negara berkembang.
Dengan lingkungan
desktop seperti
KDE dan
GNOME, Linux menawarkan antarmuka pengguna yang lebih menyerupai
Apple Macintosh atau Microsoft Windows daripada
antarmuka baris teks
seperti Unix. Oleh karena itu, lebih banyak program grafik dapat
ditemui pada Linux yang menawarkan berbagai fungsi yang ada pada
utilitas komersil.
Pasar serta kemudahan pemakaian
Saat ini, linux yang pada awalnya hanya merupakan sistem operasi yang
digunakan oleh peminat komputer, telah menjadi sistem yang lebih mudah
digunakan (
user-friendly),
dilengkapi dengan antarmuka grafis dan ketersediaan berbagai macam
aplikasi yang lebih mirip dengan sistem operasi lainnya, daripada hanya
sebatas baris perintah Unix. Namun kesan ini telah menimbulkan banyak
kritikan, termasuk dari pendukung Linux. Mereka berpendapat bahwa Linux
dan proyek program bebas masih belum mencapai faktor "kemudahanan dalam
pemakaian" yang memuaskan. Persoalan tentang kemudahan Linux dibanding
Windows atau
Macintosh
masih menjadi isu perdebatan yang hangat. Pasaran Linux pada segmen
komputer meja masih lebih kecil namun semakin berkembang. Menurut
Lembaga Penyelidikan Pasaran IDC, besar pasaran Linux pada tahun 2002
adalah 25% pada segmen server, dan 2.8% pada segmen pasar
Komputer pribadi.
Bagi mereka yang terbiasa menggunakan Windows atau
Macintosh,
Linux mungkin terasa lebih sukar, hal ini disebabkan karena perbedaan
dalam melakukan berbagai kerja komputer. Dan lagi, pengguna perlu
mengganti program yang sering mereka gunakan dengan program lain sebagai
pengganti bila program tersebut tidak didapati dalam Linux (atau
pilihan yang agak terbatas, misalnya permainan komputer). Faktor lain
adalah sifat keraguraguan pengguna untuk melepaskan sistem operasi
mereka yang biasa mereka pergunakan (banyak pengguna masih menggunakan
Windows). Selain itu, kebanyakan komputer baru telah dilengkapi dengan
sistem operasi Windows siap pakai (
preinstalled). Faktor-faktor ini menyebabkan perkembangan Linux yang agak lambat.
Walau bagaimanapun, kelebihan Linux seperti biaya rendah, sekuritas
yang lebih aman, dan tidak bergantung pada vendor, telah meningkatkan
penggunaan yang luas di kalangan korporasi dan perkantoran. Dalam
situasi ini, halangan yang disebut di atas dapat dikurangi karena hanya
aplikasi/utiliti yang terbatas digunakan, serta administrasi dan
konfigurasi komputer (
administration) dikendalikan oleh sekumpulan pekerja pakar IT yang sedikit.
Terdapat berbagai kajian yang dilakukan terbatas biaya serta kemudahanan Linux.
Relevantive
(sebuah lembaga berpusat di Berlin, yang mengkhususkan diri dalam riset
lembaga tentang ke'mudahan'an program, serta servis web) telah membuat
kesimpulan bahawa ke-dapatpakai-an Linux dalam pekerjaan dengan
menggunakan komputer meja adalah
hampir sama dengan Windows XP. Bagaimanapun, kajian oleh IDC (yang dibiayai oleh Microsoft) mengklaim bahwa Linux mempunyai biaya pemilikan (
Total Cost of Ownership) yang lebih tinggi dibanding Windows.
Linux juga sering dikritik karena jadwal penembangannya yang tidak
dapat diduga. Secara langsung, menyebabkan minat penggunaan linux pada
lapisan pengguna Enterprise lebih kecil dibandingkan sistem operasi lain
(Sumber:Marcinkowski, 2003). Disamping itu, ragam pilihan distribusi
Linux yang cukup banyak juga dikatakan membingungkan konsumer, dan
vendor program.
Instalasi
Proses instalasi Linux yang sukar seringkali menjadi penghalang bagi
pengguna baru, namun proses ini sekarang sudah menjadi lebih mudah.
Dengan penerimaan Linux oleh beberapa pabrikan
komputer pribadi besar, komputer terpasang (
built up)
dengan distribusi Linux siap pakai saat ini banyak tersedia. Selain
itu, terdapat juga distribusi Linux yang dapat dijalankan (
boot) secara langsung dari cakram optik (
CD) tanpa perlu diinstalasi ke cakram keras (
hard disk); hal ini dikenal dengan istilah
Live CD. Contoh distribusi dalam bentuk Live CD adalah
Knoppix/Gnoppix, Kubuntu/
Ubuntu dan Gentoo. Saat ini hampir semua distribusi Linux menyediakan versi Live CD untuk produknya.
ISO image untuk cakram optik untuk distribusi Linux tersebut biasanya dapat diunduh dari
Internet, dibakar ke CD, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai CD yang siap untuk proses
boot. Bahkan ISO image untuk beberapa distro dapat langsung di jalankan tanpa perlu membakar kedalam CD/DVD.
Instalasi Linux juga merupakan instalasi berupa
suite, yaitu dimana penginstalasian tersebut secara otomatis menginstalasi program-program standar, seperti pemutar
MP3,
Office Suite, dan pengolah gambar.
Konfigurasi
Konfigurasi setelan Linux dan aplikasi di atasnya banyak yang dilakukan lewat berkas teks di
direktori /etc.
Pada perkembangan selanjutnya, utilitas seperti Linuxconf dan GNOME
System Tools memudahkan pekerjaan ini lewat antarmuka grafik. Kendati
demikian, baris perintah (
command line) tetap merupakan cara yang paling umum digunakan.
Dukungan
Dukungan bagi Linux biasanya didapatkan melalui
peer(dalam konteks ini maksudnya kelompok pengguna linux/
KPLI) - pengguna Linux lain di dalam forum internet,
IRC,
newsgroup dan
mailing list. Kelompok Pengguna Linux (LUG,
Linux User Group)
telah didirikan di seluruh dunia untuk membantu pengguna lokal,
pengguna baru, dan pengguna berpengalaman. Di Indonesia kelompok ini
tergabung dalam
KPLI daerah seperti
KPLI Jakarta,
KPLI Bandung,
KPLI NTB,
KPLI Palu dan masih banyak lainnya. Bantuan termasuk instalasi, penggunaan, pengadaan serta menggalakkan pengembangan sistem Linux.
Dukungan resmi Linux di Indonesia dapat diperoleh di
Linux User Group (LUG) Indonesia atau
http://linux.or.id atau
http://www.infolinux.or.id
Dukungan komersil bagi distribusi Linux secara umum menggunakan model
bisnis dengan menyediakan dukungan teknis. Dukungan pihak ketiga juga
sudah tersedia.
Skala usaha pembangunan Linux
Sebuah studi (More Than a Gigabuck: Estimating GNU/Linux's Size [2])
Terhadap Red Hat Linux 7.1 menemukan bahwa distribusi ini berisi 30 juta
baris kode sumber (‘’source lines of code (SLOC)’’). Menggunakan model
biaya COCOMO studi ini menunjukan bahwa distribusi ini memerlukan waktu
pengembangan sebanyak 8000 tahun, apabila software ini di kembangkan
dengan cara proprietary konvensional. Dan akan menghabiskan sekitar 1.08
miliar dolar (dolar tahun 2000) untuk dikembangkan di Amerika Serikat.
Mayoritas dari kode (71%) ditulis dalam C, namun banyak bahasa lain
digunakan, termasuk C++ shell scripts, Lisp, assembly language, Perl,
Fortran dan Python.
Sekitar setengah dari kodenya di lisensikan di bawah GPL.
Kernel Linux mengandung 2.4 juta baris kode, atau sekitar 8% dari
total kode yang dipakai dalam sebuah distribusi/distro. Hal ini
menunjukan bahwa mayoritas dari distribusi Linux terdiri dari kode yang
tidak terkandung dalam Kernel Linux.
"GNU/Linux"
Lihat
Kontroversi Penamaan GNU/Linux
GNU adalah singkatan dari
GNU's
Not
Unix.
Disebabkan utiliti-utiliti dari proyek sistem operasi bebas GNU -
tanpa ini sistem Linux tidak akan menyerupai sistem Unix dalam
perspektif pengguna -
Richard Stallman dari
GNU/
FSF
memohon agar kombinasi sistem (proyek GNU dan kernel Linux), disebut
sebagai "GNU/Linux". Pengguna distribusi Linux dari proyek
Debian lebih cenderung menggunakan nama tersebut. Kebanyakan pengguna lebih mudah menggunakan istilah "Linux".
Tindakan Undang-undang (Litigasi)
Artikel utama: SCO vs IBM Pada Maret 2003
Grup SCO (SCOG -
SCO Group) telah mengeluarkan gugatan terhadap
IBM
yang mengklaim bahwa IBM telah memasukkan sebagian besar bahan
intelektual milik SCOG (kode sumber) ke dalam kernel Linux, padahal ini
merupakan pelanggaran terhadap lisensi IBM untuk menggunakan UNIX.
Disebutkan bahwa lisensi tersebut dipegang oleh Kelompok SCO. Tambahan
lagi, Kelompok SCO juga telah mengirim surat kepada beberapa lembaga dan
memberi ancaman tentang penggunaan Linux tanpa lisensi dari kelompok
SCO akan menerima tindakan dari mereka. Kelompok SCO juga mengeluarkan
pernyataan pada media massa bahwa mereka akan menggugat pengguna Linux
selanjutnya. Kontroversi ini telah mencetus beberapa kecaman oleh
Kelompok SCO terhadap
Novell,
DaimlerChrysler, dan
AutoZone, selain gugatan balik oleh
Red Hat dan pihak lain terhadap SCOG.
iOS
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini berisi tentang iOS, sistem operasi perangkat bergerak Apple. Untuk IOS, lihat
Cisco IOS. Jika Anda mencari topik lain, lihat daftar di
IOS (disambiguasi).
"IOS (sistem operasi)" beralih ke halaman ini. Halaman ini berbeda dengan
Cisco IOS.
iOS
 |
270px
|
| Perusahaan / pengembang |
Apple Inc. |
| Diprogram dalam |
C, C++, Objective-C, Swift |
| Keluarga |
mirip-Unix, berdasarkan sistem operasi Darwin (BSD) |
| Status terkini |
Current |
| Model sumber |
Closed source |
| Rilis perdana |
29 Juni 2007; 8 tahun lalu |
| Rilis stabil terkini |
- iPhone 4, 4S, 5, 5C dan 5S
iPad 2, 3, 4, dan Air
iPad Mini Pertama dan Kedua
iPod Touch generasi kelima
7.1.2 (Build 11D257) (30 Juni 2014; 17 bulan lalu)
- Apple TV generasi ke-2 dan ke-3
6.2 (Build 11D257c) (30 Juni 2014; 17 bulan lalu)
[±] |
| Rilis tak-stabil terkini |
- iPhone 4S, 5, 5C dan 5S
iPad 2, 3, 4 dan Air
iPad Mini Pertama dan Kedua
iPod Touch generasi kelima
8.0 Beta 3 (12A4318c) (7 Juli 2014; 17 bulan lalu) [±] |
| Ketersediaan bahasa |
34 bahasa[1][2][3][4] |
| Dukungan platform |
64-bit dan 32-bit ARM arsitektur pada (iPhone, iPod, iPad, iPad Mini, dan Apple TV generasi kedua dan terbaru), Apple A4, Apple A5, Apple A5X, Apple A6, Apple A6X, Apple A7 |
| Jenis kernel |
Hybrid (XNU) |
| Antarmuka bawaan |
Cocoa Touch (multi-touch, GUI) |
| Lisensi |
Proprietary EULA kecuali pada komponen (open-source) |
| Didahului oleh |
iPhone OS |
| Situs web resmi |
www.apple.com/id/ios/ |
iOS (sebelumnya
iPhone OS) adalah
sistem operasi perangkat bergerak yang dikembangkan dan didistribusikan oleh
Apple Inc. Sistem operasi ini pertama diluncurkan tahun 2007 untuk
iPhone dan
iPod Touch, dan telah dikembangkan untuk mendukung perangkat Apple lainnya seperti
iPad dan
Apple TV. Tidak seperti
Windows Phone (
Windows CE)
Microsoft dan
Android Google, Apple tidak melisensikan iOS untuk diinstal di perangkat keras non-Apple. Pada
12 September 2012,
App Store Apple berisi lebih dari 700.000 aplikasi iOS, yang secara kolektif telah diunduh lebih dari 30 miliar kali.
[5] SO ini memiliki pangsa pasar 14,9% untuk unit sistem operasi perangkat bergerak
telepon cerdas yang dijual pada kuartal ketiga 2012, terbanyak setelah Android Google.
[6] Pada bulan Juni 2012, iOS mencakup 65% konsumsi data web perangkat bergerak (termasuk di iPod Touch dan iPad).
[7] Pada pertengahan 2012, terdapat 410 juta perangkat bergerak yang diaktifkan.
[8] Menurut Apple pada tanggal 12 September 2012, 400 juta perangkat bergerak iOS telah dijual sepanjang bulan Juni 2012.
[9]
Antarmuka pengguna iOS didasarkan pada konsep
manipulasi langsung menggunakan
gerakan multisentuh. Elemen kontrol antarmukanya meliputi slider, switch, dan tombol. Interaksi dengan SO ini mencakup gerakan seperti
geser,
sentuh,
jepit, dan
jepit buka, masing-masing memiliki arti tersendiri dalam konteks sistem operasi iOS dan antarmuka multisentuhnya.
Akselerometer
internalnya dipakai oleh sejumlah aplikasi agar bisa merespon terhadap
pengguncangan alat (misalnya membatalkan tindakan) atau memutarnya dalam
tiga dimensi (misalnya beralih dari mode potret ke lanskap).
iOS diturunkan dari
OS X, yang memiliki fondasi
Darwin dan karena itu iOS merupakan sistem operasi
Unix. iOS adalah versi bergerak dari sistem operasi
OS X yang dipakai di komputer-komputer Apple.
Di iOS, ada empat
lapisan abstraksi, yaitu Core OS,
Core Services, Media, dan
Cocoa Touch.
Versi terbaru sistem operasi ini (iOS 7) menyisihkan 1,5 s.d. 2 GB
memori perangkat bergerak untuk partisi sistem dengan memakai 800 MB
partisi (tergantung model) untuk iOS-nya saja.
[10]
Software Update
Apple memberikan major update setiap setahun sekali melalui
iTunes dan juga melalui
over the air
sejak iOS 5.0. iOS terbaru yaitu iOS 7.1.2 yang tersedia bagi iPhone 4,
iPhone 4S, iPhone 5, iPhone 5C, iPhone 5S, iPad 2, 3, 4, Air, Mini,
Mini with Retina Display, iPod touch generasi ke-5. Update ini tersedia
mulai 22 April 2014. Sebelum iOS 4 dirilis, pengguna iPod touch
diharuskan membayar untuk update iOS. Ini dikarenakan iPod touch bukan
pengguna berlangganan.
[11]Hingga, Apple menemukan cara untuk memberikan update bagi pengguna iPod touch secara gratis di acara WWDC pada tahun 2010.
[12]
Fitur
Tampilan Utama
Tampilan utama (yang dikenal sebagai "
SpringBoard")
menampilkan ikon-ikon dan sebuah dok dimana mereka bisa mengatur
aplikasi yang sering digunakan. Tampilan utama akan tampil ketika mereka
membuka tampilan layar tertutup atau dengan menekan tombol "Home"
ketika berada di sebuah aplikasi. Latar belakang dapat dikostumisasi
dengan cara lain, yaitu Jailbreak. Tampilan utama punya baris untuk
menampilkan data, kekuatan sinyal, bluetooth, baterai. Sisanya layar
dikhususkan untuk aplikasi yang terinstall. Bila passcode yang dibuat
dan pengguna switch pada perangkat, kode akses harus dimasukkan pada
tampilan layar terkunci sebelum diberikan akses masuk ke tampilan utama.
Sejak iOS 3.0, fungsi pencarian
Spotlight
telah diberikan pada tampilan utama paling kiri yang digunakan untuk
mencari media (musik, video, podcast, dll.), aplikasi, surel, kontak,
pesan, pengingat, kejadian di kalender, dan lainnya yang berkaitan.
Aplikasi pihak ketiga tidak dapat dicari di
Spotlight.
Pada iOS 7, fitur ini dapat diakses dengan menggesekan turun pada
tampilan utama (kecuali untuk ujung atas dan bawah untuk membuka pusat
notifikasi dan kontrol).
[13][14]
Pada iOS 3.2 atau terbaru dengan perangkat yang didukung, pengguna
dapat menggunakan gambar sebagai latar belakang tampilan utama. Fitur
ini hanya tersedia pada generasi ketiga atau terbaru –
iPhone 3GS dan terbaru,
iPod Touch generasi ketiga dan terbaru, dan semua model iPad.
Folders
iOS 4 dirilis bersamaan dengan fitur folder untuk menyatukan aplikasi
dalam suatu folder berdasarkan kegunaannya. Ketika aplikasi berada
dalam keadaan "jiggle", semua aplikasi kecuali Newsstand, dapat
disatukan ke dalam folder
[15])
dengan menempelkan aplikasi tersebut satu sama lain untuk membuat
folder, dan kemudian aplikasi lainnya dapat disatukan dengan cara yang
sama. Sebuah folder dapat menampung aplikasi sebanyak 12 di iPhone 4S
dan lama dan iPod Touch, 16 di iPhone 5, dan 20 pada iPad. Judul pada
folder ditentukan secara otomatis berdasarkan aplikasi yang dimasukkan,
tetapi dapat diubah pengguna. Ketika aplikasi di dalam folder menerima
lencana notifikasi, angka yang ditunjukkan oleh lencana notifikasi
ditambahkan dan ditampilkan pada folder. Folders tidak dapat diletakkan
di dalam folder lain, kecuali dengan cara tidak resmi.
[16]
Pada iOS 7, folder dapat menambahkan halaman. Setiap halaman dapat
menampung, dan sekarang Newsstand dapat dimasukkan ke dalam folder
Pusat Notifikasi
Pada iOS 4 dan lama, notifikasi ditampilkan pada kotak dialog biru.
Sistem tersebut sangat dikritik. Pada iOS 5, fitur ini telah diperbaiki
sangat baik. Notifikasi dapat dilihat dengan menggeserkan tampilan utama
ke bawah.
[17]
Jika pengguna mendapat notifikasi, aplikasi yang mengirimkan notifikasi
akan dibukakan. Notifikasi sekarang ditampilkan dengan sebuah baris
kecil. Cara lama masih dapat dilakukan pengguna dengan mengaturnya pada
pengaturan notifikasi jika pengguna ingin mengubahnya pada beberapa
aplikasi.
Ketika sebuah aplikasi mengirimkan pemberitahuan sementara tertutup,
lencana merah akan muncul di ikon. Lencana ini memberitahu pengguna,
sekilas, jumlah notifikasi aplikasi yang telah dikirim. Membuka aplikasi
akan membersihkan lencana.
Aplikasi yang terinstall
Tampilan utama berisikamn aplikasi standar yang terdapat pada iOS.
Beberapa aplikasi disembunyikan dan dapat diaktifkan pada pengaturan dan
atau metode lain-misalnya,
Nike+iPod
diaktifkan melalui pengaturan. Banyak dari aplikasi ini, seperti
Safari, the App Store, dan Siri, dapat diblokir pada pengaturan di
bagian restriksi.
[18]
Primary
| Produk Apple |
|
iPhone |
|
iPod Touch |
|
iPad |
|
iPad Mini |
| Model |
1st |
3G |
3GS |
4 |
4S |
5 |
5C |
5S |
1st |
2nd |
3rd |
4th |
5th |
1st |
2 |
3rd |
4th |
Air |
1st |
2nd |
| Phone |
Telepon |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
5.0 |
6.0 |
7.0 |
N/A |
N/A |
N/A |
| Mail |
Klien e-mail |
1.1.3 |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
6.0 |
3.2 |
4.3 |
5.1 |
6.0 |
7.0.3 |
6.0 |
7.0.3 |
| Safari |
Penjelajah web |
1.1 |
| Music |
Pemutar musik portable |
N/A |
5.0 |
5.0 |
| Videos |
Pemutar video |
3.2 |
4.3 |
| SpringBoard |
Tampilan utama |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
| Pencarian Spotlight |
3.0 |
3.0 |
| Folder |
N/A |
4.0 |
N/A |
4.0 |
4.2.1 |
| Latar belakang tampilan utama |
N/A |
4.0 |
N/A |
4.0 |
3.2 |
Secondary
| Produk Apple |
|
iPhone |
|
iPod Touch |
|
iPad |
|
iPad Mini |
| Model |
1st |
3G |
3GS |
4 |
4S |
5 |
5C |
5S |
1st |
2nd |
3rd |
4th |
5th |
1st |
2 |
3rd |
4th |
Air |
1st |
2nd |
| Pesan |
Pesan teks |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
5.0 |
6.0 |
7.0 |
N/A |
N/A |
N/A |
| MMS |
N/A |
3.0 |
| iMessage (pesan instan) |
N/A |
5.0 |
N/A |
5.0 |
6.0 |
5.0 |
5.1 |
6.0 |
7.0.3 |
6.0 |
7.0.3 |
| Kalender |
Kalender |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
1.1 |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
3.2 |
4.3 |
| Foto |
Lihat foto |
| Lihat video |
2.0 |
2.0 |
| Memotong, memperbaiki mata-merah, memperbaiki otomatis dan rotasi foto |
N/A |
5.0 |
N/A |
5.0 |
N/A |
5.0 |
| Kamera |
Kamera |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
N/A |
4.1 |
N/A |
4.3 |
| Perekam video |
N/A |
| Auto-focus |
4.0 |
N/A |
N/A |
| HDR |
N/A |
4.1 |
| Memotong, memperbaiki mata-merah, memperbaiki otomatis dan rotasi foto |
5.0 |
5.0 |
5.0 |
| Panorama |
N/A |
6.0 |
N/A |
N/A |
N/A |
| Mengambil foto sambil merekam video |
N/A |
N/A |
| Filter foto |
7.0 |
7.0 |
| Mode Burst |
N/A |
7.0 |
N/A |
| FaceTime |
Telepon video pada jaringan Wi-Fi |
N/A |
4.0 |
5.0 |
6.0 |
7.0 |
N/A |
4.1 |
6.0 |
4.3 |
5.1 |
6.0 |
7.0.3 |
6.0 |
7.0.3 |
| Telepon video pada jaringan 3G/LTE (iPad membutuhkan jaringan seluler) |
N/A |
6.0 |
N/A |
N/A |
N/A |
6.0 |
6.0.1 |
6.0.1 |
| FaceTime Audio |
7.0 |
7.0 |
7.0 |
7.0 |
| Photo Booth |
Aplikasi kamera dengan efek khusus |
N/A |
N/A |
4.3 |
5.1 |
6.0 |
6.0 |
| Stok |
Stocks disediakan oleh Yahoo! Finance |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
5.0 |
6.0 |
7.0 |
1.1.3 |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
6.0 |
N/A |
N/A |
| Widget stok untuk Notification Center |
N/A |
5.0 |
N/A |
5.0 |
| Cuaca |
Weather disediakan oleh Yahoo! Weather |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
1.1.3 |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
| Widget cuaca untuk Notification Center |
N/A |
5.0 |
N/A |
5.0 |
N/A |
7.0 |
7.0.3 |
7.0 |
7.0.3 |
| Notes |
Program untuk catatan singkat |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
1.1.3 |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
3.2 |
4.3 |
5.1 |
6.0 |
6.0 |
| Maps |
Assisted GPS (iPad membutuhkan jaringan seluler) |
N/A |
N/A |
6.0.1 |
6.0.1 |
| Peta dari Apple |
N/A |
6.0 |
N/A |
6.0 |
6.0 |
N/A |
6.0 |
6.0 |
| Turn-by-turn navigation menggunakan Peta dari Apple |
N/A |
6.0 |
N/A |
| Newsstand |
Toko majalah dan koran |
N/A |
5.0 |
5.0 |
5.0 |
N/A |
5.0 |
5.0 |
5.1 |
6.0 |
6.0 |
| Reminders |
Aplikasi untuk list kegiatan |
| Pengingat berdasarkan lokasi (iPad membutuhkan jaringan seluler) |
N/A |
N/A |
N/A |
6.0.1 |
6.0.1 |
| Voice Memos |
Perekam suara |
3.0 |
3.0 |
4.0 |
3.0 |
3.1.1 |
4.1 |
6.0 |
N/A |
N/A |
| Calculator |
Kalkulator |
1.0 |
2.0 |
1.1 |
2.1.1 |
| Kalkulator Scientific (tampilan datar) |
2.0 |
2.0 |
| Clock |
World clock, stopwatch, alarm clock dan timer |
1.0 |
1.1 |
N/A |
6.0 |
7.0.3 |
6.0 |
7.0.3 |
| Settings |
Settings |
3.2 |
4.3 |
5.1 |
6.0 |
| Contacts |
Daftar nomor telepon |
2.0 |
| iTunes |
Akses untuk iTunes Music Store dan iTunes Podcast Directory |
1.1 |
| App Store |
untuk membeli aplikasi iOS |
2.0 |
2.0 |
| Compass |
Kompas |
N/A |
N/A |
N/A |
N/A |
| Nike + iPod |
Merekam jarak dan banyaknya jalan atau lari
dapat koneksi dengan Nike + iPod sensor
(dimatikan dan diaktifkan pada pengaturan). |
N/A |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
6.0 |
| Game Center |
Bermain bersama pengguna lain
melacak prestasi dalam game, dan melihat leaderboards. |
4.1 |
4.1 |
4.2.1 |
4.3 |
5.1 |
6.0 |
7.0.3 |
6.0 |
7.0.3 |
| Voice Control |
Kontrol suara (umumnya diaktifkan/ketika Siri dinonaktifkan) |
3.0 |
4.0 |
N/A |
3.1.1 |
4.1 |
N/A |
N/A |
| Siri |
Asisten pribadi pencari dengan suara |
N/A |
N/A |
N/A |
6.0 |
6.0 |
7.0.3 |
6.0 |
7.0.3 |
| Pengetikan dengan suara |
5.1 |
| Touch ID |
Sebuah fitur pengenalan sidik jari diletakkan pada tombol home;
mampu membuka kode/password perangkat dan melakukan pembelian pada iTunes dan App Store |
N/A |
7.0 |
N/A |
N/A |
N/A |
| Passbook |
Sebuah aplikasi dompet virtual untuk kartu pass, tiket, kupon dan kartu loyalitas |
N/A |
6.0 |
7.0 |
N/A |
6.0 |
N/A |
N/A |
| CarPlay |
Menampilkan fitur iOS dalam alat yang terpasang pada kendaraan |
N/A |
7.1.1 |
N/A |
N/A |
N/A |
Discontinued
| Produk Apple |
|
iPhone |
|
iPod Touch |
|
iPad |
|
Final supported
iOS version |
| Model |
1st |
3G |
3GS |
4 |
4S |
other |
1st |
2nd |
3rd |
4th |
5th |
1st |
2 |
3rd |
other |
| iPod |
Pemutar musik pada iPhone, iPad dan iPod |
1.0 |
2.0 |
3.0 |
4.0 |
N/A |
N/A |
3.2 |
4.3 |
N/A |
4.2.10 (CDMA)
4.3.5 |
| YouTube |
YouTube video streamer |
5.0 |
N/A |
1.1 |
2.1.1 |
3.1.1 |
4.1 |
N/A |
5.1 |
N/A |
5.1.1 |
| Maps |
Google Maps dengan Google Street View |
1.1.3 |
- Fitur Maps hanya tersedia di beberapa negara[19]
- Fitur Siri hanya tersedia dalam beberapa bahasa[19]
- Fitur CarPlay hanya tersedia di beberapa model mobil yang dipasarkan di beberapa negara[19]
Perangkat
Oracle Solaris
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Oracle Solaris, sebelumnya dikenal sebagai
Sun Solaris merupakan sebuah
sistem operasi keluarga
Unix yang sebelumnya dikembangkan oleh
Sun Microsystems Inc. Sun Microsystem menggantikan Sun OS sebelumnya yang telah ada pada tahun 1993. Setelah proses akuisisi Sun oleh
Oracle pada bulan januari 2010, Solaris menjadi lebih dikenal sebagai
Oracle Solaris.
Sistem operasi Solaris dikenal secara luas karena skalabilitas yang
dimilikinya, utamanya pada sistem komputer berbasis SPARC, dan sejumlah
fitur-fitur inovatif yang dibawanya seperti DTrace, ZFS (Zettabyte File
System), dan Time Slider. Sistem operasi ini dapat dijalankan di atas
prosesor x86 baik 32bit atau 64bit (berbasis instruksi Amd64), serta
prosesor SPARC baik yang diproduksi oleh Sun ataupun Fujitsu. Solaris
terdaftar sebagai sistem operasi yang kompatibel dan memenuhi
spesifikasi Single Unix Specification.
Solaris dalam sejarahnya dikenal sebagai perangkat lunak yang
dikembangkan berbasis kode sumber tertutup, kemudian pada bulan Juni
2005 Sun Microsystem merilis sebagian besar basis kode di bawah lisensi
CDDL dan mendirikan proyek sumber terbuka OpenSolaris. Melalui
OpenSolaris Sun ingin membuat sebuah komunitas pengembang dan pengguna
atas sistem operasi tersebut. Setelah Oracle melakukan akuisisi Sun
Microsystem pada bulan Januari 2010, Oracle memutuskan untuk
menghentikan distribusi OpenSolaris dan model pengembangannya. Atas
keputusan oracle tersebut, komunitas OpenSolaris kemudian menanggapinya
dengan membuat turunan distribusi OpenSolaris melalui proyek OpenIndiana
yang merupakan bagian dari yayasan Illumos. Namun meski demikian, di
mulai dari rilis Solaris 11, pembaruan atas kode-kode sumber Solaris
akan tetap didistribusikan oleh Oracle dibawah lisensi CCDL setelah
versi penuh biner dirilis. Oracle juga akan memulai program mitra
teknologi seperti yang telah dilakukan pada produk-produk oracle lainnya
dengan nama Oracle Technology Network (OTN) yang memberikan akses serta
izin atas kode sumber solaris yang tengah dikembangkan kepada para
mitra bisnis.
Sejarah
Tahun 1987, AT&T dan Sun mengumumkan bahwa mereka bekerjasama
dalam sebuah proyek untuk menggabungkan varian Unix yang paling popular
di pasaran saat itu: BSD, System V, dan Xenix. Sehingga terbentuklah
Unix System V Release 4 (SVR4).
Pada tanggal
4 September 1991,
Sun mengumumkan bahwa mereka akan menggantikan Unix yang dikembangkan
dari BSD, SunOS4, dengan sebuah produk berbasis SVR4 yang secara
internal dinamai sebagi
SunOS 5, Namun nama baru yang dikenalkan saat produk tersebut mulai dipasarkan adalah
Solaris 2.
Sementara itu SunOS 4.1.x rilis mikro dinamai sebagai Solaris 1, nama
Solaris digunakan oleh Sun secara khusus merujuk pada produk yang
berbasis SRV4, SunOS 5.0, dan rilis-rilis berikutnya.
Versi minor SunOS yang dirilis oleh Sun disertakan dalam penamaan
Solaris; misalnya Solaris 2.4 yang merupakan Sun OS 5.4. Namun setelah
versi Solaris 2.6, Sun menghilangkan angka "2" di depan kodifikasi
versinya, sehingga rilis SunOS 5.7 dinamai sebagai Solaris 7 dan rilis
SunOS 5.10 sebagai Solaris 10.
Arsitektural Pendukung
Solaris menggunakan basis kode sumber yang sama untuk platform yang mendukung SPARC dan i86pc (termasuk x86 dan x86-64).
Solaris mempunyai reputasi yang cukup baik untuk multiprocessing
simetris yang mendukung sejumlah besar CPU yang berjalan secara paralel.
Secara historis Solaris merupakan produk yang terintegrasi secara erat
dengan mesin-mesin berbasis prosesor SPARC Sun (termasuk di dalamnya
dukungan untuk aplikasi SPARC 64-bit sejak Solaris 7) yang telah
dipasarkan sebagai paket gabungan. Hal ini membuat sistem menjadi lebih
handal meski harus dibayar dengan biaya yang lebih tinggi dari tingkat
harga pasar rata-rata komoditas komputer personal (PC).
Namun Solaris juga telah mendukung prosesor berbasis x86 sejak
Solaris 2.1 dan versi-versi berikutnya. Solaris 10 mendukung aplikasi
64-bit x86, memungkinkan Sun untuk memanfaatkan pangsa pasar yang ada
atas ketersediaan komoditas prosesor berbasis 64-bit berbasis arsitektur
x86-64. Sun secara internal telah melakukan banyak hal dalam memasarkan
Solaris untuk dapat digunakan secara luas baik pada kelas penggunaan
workstation "x64" dan ataupun sebagai mesin peladen baik yang berbasis
AMD Opteron ataupun prosesor Intel Xeon pada mesin-mesin berbasis x86
yang diproduksi oleh perusahaan seperti Dell, Hewlet-Packard dan IBM.
Pada tahun 2009, vendor berikut mendukung sistem Solaris x86 pada prosuk
mesin peladen mereka :
- Dell akan menguji sertifikasi dan Solaris akan mengoptimalkan
OpenSolaris pada tatanan serta bilah server mereka serta dan menawarkan
hal tersebut sebagai salah satu dari beberapa pilihan dalam menu
perangkat lunak Dell keseluruhan
- IBM juga mendistribusikan Solaris dan Solaris berlangganan berbasis x86 IBM System x server dan BladeCenter server.
- Intel mendistribusikan dan menyediakan dukungan piranti lunak Solaris pada server blade Proliant dan sistem
- Fujitsu Siemens pada Juli 2010, Dell dan HP telah bersertifikasi dan
menjual oracle Solaris, Oracle Enterprise Linux dan Oracle VM
masing-masing pada platform x86. IBM berhenti mendukung Solaris pada x64
kit.
Platform lainnya
Solaris 2.5.1 dapat mendukung platform Power PC ( Power PC Reference
Platform ), tapi platform tersebut telah dibatalkan sebelum Solaris 2.6
di rilis. Pada bulan Januari 2006, komunitas pengembang Blastwave
bekerjasama dengan Proyek Sun Labs yang telah terintegrasi dengan pada
bagian-bagian relevan dari Solaris 2.5.1 dalam Open Solaris. Sebuah port
intel itanium diumumkan pada tahun 1997 tetapi tidak pernah muncul di
pasar. Pada tanggal 28 November 2007, IBM, Sun dan Sine Nomune
Associates menampilkan preview dari dari OpenSolaris untuk Sistem Z yang
dapat dijalankan pada IBM Sistem Z Mainframe dibawah Z/VM yang biasa
disebut Sirrius ( dianalogikan proyek Polaris, pengembang utama
berkebangsaan Australuia, HM Sirius pada tahun 1786 melakukan pesiar
pertama ke Australia. Pada 17 Oktober 2008, prototipe yang dirilis oleh
Sirius telah ada dan pada 19 November 2008 IBM mengautorisasi penggunaan
Sirius pada prosesor Sistem Z. Solaris juga mendukung platform Linux
ABI, yang memungkinkan Solaris menjalankan binary Linux pada sistem x86.
Fitur tersebut biasa disebut Solaris Containers for Linux Application
atau SCLA, berdasarkan zona merek secara fungsional yang diperkenalkan
Solaris pada 10 Juli 2008.
Ragam pilihan model instalasi dan penggunaan
Instalasi Solaris dibedakan dari beberapa kelompok perangkat lunak
yang dipaketkan menurut tipikalnya yang dapat dipilih sesuai dengan
kebutuhan pengguna, ragam pilihan yang ada mulai dari
Reduced Network Support hingga versi yang paling lengkap
Entire plus OEM.
Beberapa perangkat lunak tambahan lain seperti Apache, MySQL dan
lainnya dapat diinstal baik melalui paket aplikasi yang disertakan oleh
Sun, ataupun melalui penyedia ekternal seperti sunfreeware, OpenCSW, dan
Blastwave.
Penggunaan dengan Instalasi
Solaris dapat diinstal dari media fisik ataupun jaringan yang
digunakan pada desktop atau server. Solaris dapat diinstal secara
interaktif dari konsol teks pada platform tanpa tampilan video dan
mouse. Hal ini mungkin dipilih untuk server, dalam tatanan, di dalam
remote pusat data, dari terminal server atau bahkan dial-up modem.
Solaris juga dapat diinstal secara interaktif dari konsol grafis. Hal
ini bisa dipilih untuk workstation pribadi atau laptop, di lokal area,
dimana konsol biasa digunakan. Solaris secara otomatis dapat diinstal
melalui jaringan. Administrator sistem dapat mengkustomisasi instalasi
dengan script dan file konfigurasi, termasuk konfigurasi dan instalasi
otomatis dari perangkat lunak third-party, tanpa membeli tambahan
perangkat lunak . Ketika Solaris terinstal, sistem operasi akan berada
pada sistem yang sama dimana instalasi dilakukan. Aplikasi secara
individual diinstal pada sistem lokal, atau dapat dipasang melalui
jaringan dari remote sistem.
Penggunaan tanpa instalasi
Solaris dapat digunakan tanpa menginstal sistem operasi secara
terpisah pada desktop atau server. Solaris dapat ditukarkan dari sebuah
remote server yang menyediakan tampilan OS dalam keadaan sediktnya
ketersediaan cakram, atau dalam keadaan dimana internal cakram hanya
digunakan sebagai tempat swap. Dalam konfigurasi ini maka sistem operasi
masih dapat berjalan secara lokal dalam sistem. Aplikasi dimungkinkan
ataupun tidak dimungkinkan berada pada lokal area ketika aplikasi
dijalankan. Hal tersebut mungkin dipilih untuk area bisnis dan lembaga
pendidikan dimana pengaturan awal yang cepat diperlukan ( workstation
dapat digulirkan dari loading dock, alamat MAC yang teregistrasi pada
pusat server, terpasang, dan digunakan secara lebih cepat) atau
penggantian secara cepat diperlukan ( apabila terjadi kegagalan pada
desktop perangkat keras, sebuah workstation baru ditarik dari closet,
dipasang, dan pengguna dapat melanjutkan pekerjaannya pada tahap
terakhir pengerjaannya disimpan.. Aplikasi, Sistem Operasi, Window
Manager dan memberikan grafis berjalan pada satu atau lebih remote
sistem. Administrator dapat menambahkan sebuah akun pengguna untuk
sistem utama Solaris, diletakkan pada desktop, dan pengguna dapat
memulai kerja secepatnya. Apabila terdapat kegagalan perangkat keras,
maka hal tersebut dapat ditukarkan dan pengguna dapat melanjutkan
pekerjaannya dari titik poin kegagalan, apakah pekerjaan tersebut masih
dapat disimpan.
Lisensi
Sumber kode Solaris dengan beberapa pengecualian sudah dirilis oleh
Common Development and Distribution License ( CCDL ) melalui proyek Open
Solaris. CCDL adalah lisensi yang disetujui oleh OSI. Hal ini dianggap
oleh Free Software Foundation bebas tapi GPL tidak kompatibel dengan hal
tersebut. OpenSolaris diunggulkan pada tanggal 14 Juni 2005 dari kode
perkembangan Solaris pada saat tersebut, baik versi secara biner ataupun
versi sumber dapat diunduh dan telah terlisensi tanpa harus dipungut
biaya. Sumber fitur yang akan segera ada seperti pendukung Xen sekarang
dapat ditambahkan ke proyek Open Solaris yang selanjutkan akan dirilis
sebagai turunan dari Open Solaris tersebut.
Android (sistem operasi)
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Artikel ini berisi tentang sistem operasi ponsel pintar. Untuk robot, lihat
Android.
Android

 |
Layar depan Android 6.0
|
| Perusahaan / pengembang |
|
| Diprogram dalam |
C (inti), C++, Java (UI)[1] |
| Keluarga |
Unix-like |
| Status terkini |
Beroperasi |
| Model sumber |
Sumber terbuka[2] dan dengan komponen milik perorangan di sebagian besar perangkat[3] |
| Rilis perdana |
23 September 2008; 7 tahun lalu[4] |
| Rilis stabil terkini |
6.0 "Marshmallow" / 5 Oktober 2015; 2 bulan lalu |
| Target pemasaran |
Telepon pintar, komputer tablet, TV, mobil dan jam tangan |
| Ketersediaan bahasa |
70 bahasa[a] |
| Pengelola paket |
Google Play, APK |
| Dukungan platform |
32- dan 64-bit: arsitektur ARM, x86,[5] x86-64, MIPS[6] dan MIPS64[b] |
| Jenis kernel |
Monolitik (modifikasi kernel Linux) |
| Ruang pengguna |
Bionic libc,[7] shell mksh,[8] beberapa utilitas inti asli dari NetBSD[9] |
| Antarmuka bawaan |
Grafis (Multisentuh) |
| Lisensi |
Lisensi Apache 2.0
GNU GPL v2 untuk modifikasi kernel Linux[10] |
| Situs web resmi |
www.android.com |
Android (
/ˈæn.drɔɪd/;
AN-droyd) adalah
sistem operasi berbasis
Linux yang dirancang untuk perangkat bergerak
layar sentuh seperti
telepon pintar dan
komputer tablet.
[11] Android awalnya dikembangkan oleh Android, Inc., dengan dukungan finansial dari
Google, yang kemudian membelinya pada tahun 2005.
[12] Sistem operasi ini dirilis secara resmi pada tahun 2007, bersamaan dengan didirikannya
Open Handset Alliance, konsorsium dari perusahaan-perusahaan
perangkat keras, perangkat lunak, dan telekomunikasi yang bertujuan untuk memajukan
standar terbuka perangkat seluler.
[13] Ponsel Android pertama mulai dijual pada bulan Oktober 2008.
[14]
Antarmuka pengguna Android umumnya berupa
manipulasi langsung,
menggunakan gerakan sentuh yang serupa dengan tindakan nyata, misalnya
menggeser, mengetuk, dan mencubit untuk memanipulasi objek di layar,
serta
papan ketik virtual untuk menulis teks. Selain perangkat layar sentuh, Google juga telah mengembangkan
Android TV untuk televisi,
Android Auto untuk mobil, dan
Android Wear untuk jam tangan, masing-masingnya memiliki antarmuka pengguna yang berbeda. Varian Android juga digunakan pada
komputer jinjing,
konsol permainan,
kamera digital, dan peralatan elektronik lainnya.
[15]
Android adalah sistem operasi dengan
sumber terbuka, dan Google merilis kodenya di bawah
Lisensi Apache.
[11]
Kode dengan sumber terbuka dan lisensi perizinan pada Android
memungkinkan perangkat lunak untuk dimodifikasi secara bebas dan
didistribusikan oleh para pembuat perangkat, operator nirkabel, dan
pengembang aplikasi. Selain itu, Android memiliki sejumlah besar
komunitas pengembang aplikasi (
apps) yang memperluas fungsionalitas perangkat, umumnya ditulis dalam versi kustomisasi bahasa pemrograman
Java.
[16]
Pada bulan Oktober 2013, ada lebih dari satu juta aplikasi yang
tersedia untuk Android, dan sekitar 50 miliar aplikasi telah diunduh
dari
Google Play, toko aplikasi utama Android.
[17][18]
Sebuah survei pada bulan April-Mei 2013 menemukan bahwa Android adalah
platform paling populer bagi para pengembang, digunakan oleh 71%
pengembang aplikasi bergerak.
[19] Di
Google I/O
2014, Google melaporkan terdapat lebih dari satu miliar pengguna aktif
bulanan Android, meningkat dari 583 juta pada bulan Juni 2013.
[20]
Faktor-faktor di atas telah memberikan kontribusi terhadap
perkembangan Android, menjadikannya sebagai sistem operasi telepon
pintar yang paling banyak digunakan di dunia,
[21] mengalahkan
Symbian pada tahun 2010.
[22]
Android juga menjadi pilihan bagi perusahaan teknologi yang
menginginkan sistem operasi berbiaya rendah, bisa dikustomisasi, dan
ringan untuk perangkat berteknologi tinggi tanpa harus mengembangkannya
dari awal.
[23]
Sifat Android yang terbuka juga telah mendorong munculnya sejumlah
besar komunitas pengembang aplikasi untuk menggunakan kode sumber
terbuka sebagai dasar proyek pembuatan aplikasi, dengan menambahkan
fitur-fitur baru bagi pengguna tingkat lanjut atau mengoperasikan
Android pada perangkat yang secara resmi dirilis dengan menggunakan
sistem operasi lain.
[24]
Pada November 2013, Android menguasai pangsa pasar telepon pintar global, yang dipimpin oleh produk-produk
Samsung, dengan persentase 64% pada bulan Maret 2013.
[25] Pada Juli 2013, terdapat 11.868 perangkat Android berbeda dengan beragam versi.
[26] Keberhasilan sistem operasi ini juga menjadikannya sebagai target ligitasi paten "
perang telepon pintar" antar perusahaan-perusahaan teknologi.
[27][28]
Hingga bulan Mei 2013, total 900 juta perangkat Android telah
diaktifkan di seluruh dunia, dan 48 miliar aplikasi telah dipasang dari
Google Play.
[29][30]
Sejarah
Android, Inc. didirikan di
Palo Alto, California, pada bulan Oktober 2003 oleh
Andy Rubin (pendiri
Danger),
[31] Rich Miner (pendiri Wildfire Communications, Inc.),
[32] Nick Sears
[33] (mantan VP
T-Mobile), dan Chris White (kepala desain dan pengembangan antarmuka
WebTV)
[12] untuk mengembangkan "perangkat seluler pintar yang lebih sadar akan lokasi dan preferensi penggunanya".
[12] Tujuan awal pengembangan Android adalah untuk mengembangkan sebuah sistem operasi canggih yang diperuntukkan bagi
kamera digital,
namun kemudian disadari bahwa pasar untuk perangkat tersebut tidak
cukup besar, dan pengembangan Android lalu dialihkan bagi pasar telepon
pintar untuk menyaingi
Symbian dan
Windows Mobile (
iPhone Apple belum dirilis pada saat itu).
[34]
Meskipun para pengembang Android adalah pakar-pakar teknologi yang
berpengalaman, Android Inc. dioperasikan secara diam-diam, hanya
diungkapkan bahwa para pengembang sedang menciptakan sebuah perangkat
lunak yang diperuntukkan bagi telepon seluler.
[12] Masih pada tahun yang sama, Rubin kehabisan uang.
Steve Perlman, seorang teman dekat Rubin, meminjaminya $10.000 tunai dan menolak tawaran saham di perusahaan.
[35]
Google
mengakuisisi Android Inc. pada tanggal 17 Agustus 2005, menjadikannya
sebagai anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Google. Pendiri
Android Inc. seperti Rubin, Miner dan White tetap bekerja di perusahaan
setelah diakuisisi oleh Google.
[12]
Setelah itu, tidak banyak yang diketahui tentang perkembangan Android
Inc., namun banyak anggapan yang menyatakan bahwa Google berencana untuk
memasuki pasar telepon seluler dengan tindakannya ini.
[12] Di Google, tim yang dipimpin oleh Rubin mulai mengembangkan platform perangkat seluler dengan menggunakan
kernel Linux. Google memasarkan platform tersebut kepada produsen perangkat seluler dan
operator nirkabel,
dengan janji bahwa mereka menyediakan sistem yang fleksibel dan bisa
diperbarui. Google telah memilih beberapa mitra perusahaan perangkat
lunak dan perangkat keras, serta mengisyaratkan kepada operator seluler
bahwa kerjasama ini terbuka bagi siapapun yang ingin berpartisipasi.
[36][37][38]
Spekulasi tentang niat Google untuk memasuki pasar komunikasi seluler terus berkembang hingga bulan Desember 2006.
[39] BBC dan
Wall Street Journal melaporkan bahwa Google sedang bekerja keras untuk menyertakan aplikasi dan
mesin pencarinya
di perangkat seluler. Berbagai media cetak dan media daring mengabarkan
bahwa Google sedang mengembangkan perangkat seluler dengan merek
Google. Beberapa di antaranya berspekulasi bahwa Google telah menentukan
spesifikasi teknisnya, termasuk produsen telepon seluler dan operator
jaringan. Pada bulan Desember 2007,
InformationWeek melaporkan bahwa Google telah mengajukan beberapa aplikasi paten di bidang telepon seluler.
[40][41]
Pada tanggal 5 November 2007,
Open Handset Alliance (OHA) didirikan. OHA adalah
konsorsium dari perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google, produsen perangkat seluler seperti
HTC,
Sony dan
Samsung, operator nirkabel seperti
Sprint Nextel dan
T-Mobile, serta produsen chipset seperti
Qualcomm dan
Texas Instruments. OHA sendiri bertujuan untuk mengembangkan
standar terbuka bagi perangkat seluler.
[13] Saat itu, Android diresmikan sebagai produk pertamanya; sebuah
platform perangkat seluler yang menggunakan
kernel Linux versi 2.6.
[13] Telepon seluler komersial pertama yang menggunakan sistem operasi Android adalah
HTC Dream, yang diluncurkan pada 22 Oktober 2008.
[42]
Pada tahun 2010, Google merilis seri
Nexus;
perangkat telepon pintar dan tablet dengan sistem operasi Android yang
diproduksi oleh mitra produsen telepon seluler seperti HTC,
LG, dan Samsung. HTC bekerjasama dengan Google dalam merilis produk telepon pintar Nexus pertama, yakni
Nexus One.
[43] Seri ini telah diperbarui dengan perangkat yang lebih baru, misalnya telepon pintar
Nexus 4 dan tablet
Nexus 10 yang diproduksi oleh LG dan Samsung.
[44] Pada 15 Oktober 2014, Google mengumumkan Nexus 6 dan Nexus 9 yang diproduksi oleh Motorola dan HTC.
[45] Pada 13 Maret 2013,
Larry Page
mengumumkan dalam postingan blognya bahwa Andy Rubin telah pindah dari
divisi Android untuk mengerjakan proyek-proyek baru di Google.
[46] Ia digantikan oleh
Sundar Pichai, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala divisi Google Chrome, yang mengembangkan
Chrome OS.
[44]
Sejak tahun 2008, Android secara bertahap telah melakukan
sejumlah pembaruan untuk meningkatkan kinerja sistem operasi, menambahkan fitur baru, dan memperbaiki
bug
yang terdapat pada versi sebelumnya. Setiap versi utama yang dirilis
dinamakan secara alfabetis berdasarkan nama-nama makanan pencuci mulut
atau cemilan bergula; misalnya, versi 1.5 bernama
Cupcake, yang kemudian diikuti oleh versi 1.6
Donut. Versi terbaru adalah 5.0
Lollipop, yang dirilis pada 15 Oktober 2014.
[47]
Fitur
Antarmuka
Layar notifikasi pada ponsel Android yang diakses dengan menggeser dari bagian atas layar.
Antarmuka pengguna pada Android didasarkan pada
manipulasi langsung,
[48] menggunakan masukan sentuh yang serupa dengan tindakan di dunia nyata, misalnya menggesek (
swiping), mengetuk (
tapping), dan mencubit (
pinching), untuk memanipulasi obyek di layar.
[48]
Masukan pengguna direspon dengan cepat dan juga tersedia antarmuka
sentuh layaknya permukaan air, seringkali menggunakan kemampuan getaran
perangkat untuk memberikan
umpan balik haptik kepada pengguna.
Perangkat keras internal seperti
akselerometer,
giroskop, dan
sensor proksimitas
digunakan oleh beberapa aplikasi untuk merespon tindakan pengguna,
misalnya untuk menyesuaikan posisi layar dari potret ke lanskap,
tergantung pada bagaimana perangkat diposisikan, atau memungkinkan
pengguna untuk mengarahkan kendaraan saat bermain balapan dengan memutar
perangkat sebagai simulasi kendali setir.
[49]
Ketika dihidupkan, perangkat Android akan memuat pada layar depan (
homescreen), yakni navigasi utama dan pusat informasi pada perangkat, serupa dengan
desktop pada
komputer pribadi. Layar depan Android biasanya terdiri dari ikon
aplikasi dan
widget;
ikon aplikasi berfungsi untuk menjalankan aplikasi terkait, sedangkan
widget menampilkan konten secara langsung dan terbarui otomatis,
misalnya prakiraan cuaca, kotak masuk
surel pengguna, atau menampilkan tiker berita secara langsung dari layar depan.
[50]
Layar depan bisa terdiri dari beberapa halaman, pengguna dapat
menggeser bolak balik antara satu halaman ke halaman lainnya, yang
memungkinkan pengguna Android untuk mengatur tampilan perangkat sesuai
dengan selera mereka. Beberapa aplikasi pihak ketiga yang tersedia di
Google Play
dan di toko aplikasi lainnya secara ekstensif mampu mengatur kembali
tema layar depan Android, dan bahkan bisa meniru tampilan sistem operasi
lain, misalnya
Windows Phone.
[51]
Kebanyakan produsen telepon seluler dan operator nirkabel menyesuaikan
tampilan perangkat Android buatan mereka untuk membedakannya dari
pesaing mereka.
[52]
Di bagian atas layar terdapat status bar, yang menampilkan informasi
tentang perangkat dan konektivitasnya. Status bar ini bisa "ditarik" ke
bawah untuk membuka layar notifikasi yang menampilkan informasi penting
atau pembaruan aplikasi, misalnya surel diterima atau SMS masuk, dengan
cara tidak mengganggu kegiatan pengguna pada perangkat.
[53]
Pada versi awal Android, layar notifikasi ini bisa digunakan untuk
membuka aplikasi yang relevan, namun setelah diperbarui, fungsi ini
semakin disempurnakan, misalnya kemampuan untuk memanggil kembali nomor
telepon dari notifikasi panggilan tak terjawab tanpa harus membuka
aplikasi utama.
[54] Notifikasi ini akan tetap ada sampai pengguna melihatnya, atau dihapus dan di nonaktifkan oleh pengguna.
Aplikasi
Android memungkinkan penggunanya untuk memasang aplikasi pihak ketiga, baik yang diperoleh dari toko aplikasi seperti
Google Play,
Amazon Appstore, ataupun dengan mengunduh dan memasang berkas
APK dari situs pihak ketiga.
[55]
Di Google Play, pengguna bisa menjelajah, mengunduh, dan memperbarui
aplikasi yang diterbitkan oleh Google dan pengembang pihak ketiga,
sesuai dengan persyaratan kompatibilitas Google.
[56]
Google Play akan menyaring daftar aplikasi yang tersedia berdasarkan
kompatibilitasnya dengan perangkat pengguna, dan pengembang dapat
membatasi aplikasi ciptaan mereka bagi operator atau negara tertentu
untuk alasan bisnis.
[57] Pembelian aplikasi yang tidak sesuai dengan keinginan pengguna dapat dikembalikan dalam waktu 15 menit setelah pengunduhan.
[58]
Beberapa operator seluler juga menawarkan tagihan langsung untuk
pembelian aplikasi di Google Play dengan cara menambahkan harga
pembelian aplikasi pada tagihan bulanan pengguna.
[59]
Pada bulan September 2012, ada lebih dari 675.000 aplikasi yang
tersedia untuk Android, dan perkiraan jumlah aplikasi yang diunduh dari
Play Store adalah 25 miliar.
[60]
Aplikasi Android dikembangkan dalam bahasa pemrograman
Java dengan menggunakan kit
pengembangan perangkat lunak Android (SDK). SDK ini terdiri dari seperangkat perkakas pengembangan,
[61] termasuk
debugger,
perpustakaan perangkat lunak, emulator handset yang berbasis
QEMU, dokumentasi, kode sampel, dan tutorial. Didukung secara resmi oleh
lingkungan pengembangan terpadu (IDE)
Eclipse, yang menggunakan plugin Android Development Tools (ADT). Perkakas pengembangan lain yang tersedia di antaranya adalah
Native Development Kit untuk aplikasi atau ekstensi dalam C atau C++,
Google App Inventor, lingkungan visual untuk pemrogram pemula, dan berbagai kerangka kerja aplikasi web seluler lintas
platform.
Dalam rangka menghadapi
penyensoran Internet di Republik Rakyat Tiongkok, perangkat Android yang dijual di RRT umumnya disesuaikan dengan layanan yang disetujui oleh negara.
[62]
Pengelolaan memori
Karena perangkat Android umumnya bertenaga
baterai, Android dirancang untuk mengelola memori (
RAM) guna menjaga konsumsi daya minimal, berbeda dengan sistem operasi desktop yang bisa terhubung pada sumber daya
listrik tak terbatas. Ketika sebuah aplikasi Android tidak lagi digunakan, sistem secara otomatis akan menangguhkannya (
suspend)
dalam memori – secara teknis aplikasi tersebut masih "terbuka", namun
dengan ditangguhkan, aplikasi tidak akan mengkonsumsi sumber daya
(misalnya daya baterai atau daya pemrosesan), dan akan "diam" di latar
belakang hingga aplikasi tersebut digunakan kembali. Cara ini memiliki
manfaat ganda, tidak hanya meningkatkan respon perangkat Android karena
aplikasi tidak perlu ditutup dan dibuka kembali dari awal setiap saat,
tetapi juga memastikan bahwa aplikasi yang berjalan di latar belakang
tidak menghabiskan daya secara sia-sia.
[63]
Android mengelola aplikasi yang tersimpan di memori secara otomatis:
ketika memori lemah, sistem akan menonaktifkan aplikasi dan proses yang
tidak aktif untuk sementara waktu, aplikasi akan dinonaktifkan dalam
urutan terbalik, dimulai dari yang terakhir digunakan. Proses ini tidak
terlihat oleh pengguna, jadi pengguna tidak perlu mengelola memori atau
menonaktifkan aplikasi secara manual.
[64] Namun, kebingungan pengguna atas pengelolaan memori pada Android telah menyebabkan munculnya beberapa aplikasi
task killer pihak ketiga yang populer di Google Play.
[65]
Persyaratan perangkat keras
Hingga November 2013, versi terbaru Android membutuhkan setidaknya 512
MB RAM,
[66] prosesor ARMv7 32-bit,
arsitektur MIPS, atau
x86,
[5] serta
unit pemroses grafis (GPU) kompatibel
OpenGL ES 2.0.
[67]
Platform perangkat keras utama pada Android adalah
arsitektur ARM. Ada juga dukungan untuk
x86 dari proyek
Android-x86,
[5] dan
Google TV menggunakan versi x86 khusus Android. Pada tahun 2013,
Freescale mengumumkan melibatkan Android dalam prosesor
i.MX buatannya, yakni seri i.MX5X dan i.MX6X.
[68] Pada 2012, prosesor
Intel juga mulai muncul pada platform utama Android, misalnya pada telepon seluler.
[69]
Beberapa komponen perangkat keras tidak diperlukan, namun sudah
menjadi standar di perangkat tertentu. Beberapa fitur awalnya dibutuhkan
sebagai persyaratan, namun kemudian ditiadakan. Setelah Android menjadi
OS telepon pintar, beberapa perangkat keras, seperti
mikrofon, lambat laun berubah menjadi perangkat opsional. Selain itu,
kamera ditetapkan sebagai perangkat wajib bagi ponsel-ponsel Android.
[70] Perangkat Android menggabungkan berbagai komponen perangkat keras opsional, termasuk kamera video,
GPS,
sensor orientasi perangkat keras, kontrol permainan, akselerometer,
giroskop, barometer, magnetometer, sensor proksimitas, sensor tekanan,
termometer, dan
layar sentuh.
Android mendukung OpenGL ES 1.1, 2.0, dan 3.0. Beberapa aplikasi
secara eksplisit mengharuskan versi tertentu dari OpenGL ES, sehingga
perangkat keras GPU yang cocok diperlukan bagi perangkat Android untuk
menjalankan aplikasi tertentu.
[67]
Pengembangan
Android dikembangkan secara pribadi oleh Google sampai perubahan
terbaru dan pembaruan siap untuk dirilis, dan informasi mengenai kode
sumber juga mulai diungkapkan kepada publik.
[71] Kode sumber ini hanya akan berjalan tanpa modifikasi pada perangkat tertentu, biasanya pada seri
Nexus.
[72] Ada
binari tersendiri yang disediakan oleh produsen agar Android bisa beroperasi.
[73]
Logo Android yang berwarna hijau awalnya dirancang untuk Google pada tahun 2007 oleh desainer grafis Irina Blok.
[74][75][76] Tim desain ditugaskan dengan sebuah proyek untuk membuat sebuah ikon universal yang mudah dikenali dengan menyertakan ikon
robot secara spesifik dalam desain akhir. Setelah sejumlah perkembangan desain yang didasarkan pada tema-tema
fiksi ilmiah
dan film luar angkasa, tim akhirnya mendapat inspirasi dari simbol
manusia yang terdapat di pintu toilet, dan memodifikasi bentuknya
menjadi bentuk robot. Karena Android adalah perangkat lunak
sumber terbuka,
disepakati bahwa logo tersebut juga harus terbuka, dan sejak
diluncurkan, logo hijau tersebut telah didesain ulang kembali dalam
berbagai variasi yang tak terhitung jumlahnya.
[77]
Jadwal pembaruan
Google menyediakan pembaruan utama bagi versi Android, dengan jangka
waktu setiap enam sampai sembilan bulan. Sebagian besar perangkat mampu
menerima pembaruan
melalui udara (OTA).
[78] Pembaruan utama terbaru adalah Android 6.0
Marshmallow.
[79]
Dibandingkan dengan sistem operasi seluler saingan utamanya, yaitu
iOS,
pembaruan Android biasanya lebih lambat diterima oleh perangkat
penggunanya. Untuk perangkat selain merek Nexus, pembaruan biasanya baru
bisa diterima dalam waktu berbulan-bulan setelah dirilisnya versi
resmi.
[80] Hal ini disebabkan oleh banyaknya variasi
perangkat keras
Android, sehingga setiap pembaruan harus disesuaikan secara khusus,
misalnya: kode sumber resmi Google hanya berjalan pada perangkat
Nexus.
Porting
Android pada perangkat keras tertentu yang dilakukan oleh produsen
telepon seluler membutuhkan waktu dan proses, para produsen ini umumnya
mengutamakan perangkat terbaru mereka untuk menerima pembaruan, dan
mengenyampingkan perangkat lama.
[80]
Oleh sebab itu, telepon pintar lama seringkali tidak diperbarui jika
produsen memutuskan bahwa itu hanya menghabiskan waktu, meskipun
sebenarnya perangkat tersebut mampu menerima pembaruan. Masalah ini
diperparah ketika produsen menyesuaikan Android dengan antarmuka dan
aplikasi ciptaan mereka, yang mana ini harus diterapkan kembali untuk
setiap perilisan terbaru. Penundaan lainnya juga bisa disebabkan oleh
operator nirkabel; setelah menerima pembaruan dari produsen ponsel,
operator akan menyesuaikannya dengan kebutuhan mereka, misalnya
melakukan pengujian ekstensif terhadap jaringan sebelum mengirim
pembaruan kepada pengguna.
[80]
Kurangnya dukungan pasca-penjualan dari produsen ponsel dan operator
telah menimbulkan kritikan dari para konsumen dan media teknologi.
[81][82]
Beberapa pengkritik menyatakan bahwa industri memiliki motif keuangan
untuk tidak memperbarui perangkat mereka, seperti tidak adanya pembaruan
bagi perangkat lama dan memperbarui perangkat yang baru dengan tujuan
meningkatkan penjualan,
[83] sikap yang mereka sebut "menghina".
[82] The Guardian
melaporkan bahwa metode pembaruan yang rumit terjadi karena produsen
ponsel dan operator-lah yang telah merancangnya seperti itu.
[82]
Pada 2011, Google, yang bekerjasama dengan sejumlah perusahaan
industri, membentuk "Android Update Alliance", dengan janji bahwa mereka
akan memberikan pembaruan secara tepat waktu bagi setiap perangkat
dalam jangka 18 bulan setelah dirilisnya versi resmi.
[84] Sejak didirikan hingga tahun 2013, organisasi ini tak pernah disebut-sebut lagi.
[80] Google kemudian mulai memperbarui aplikasinya, termasuk
Google Maps dan
Google Play Music, sebagai aplikasi independen yang terpisah dari Android, dan juga memperkenalkan komponen tingkat-sistem yang menyediakan
API bagi aplikasi Google, yang terpasang otomatis dan diperbarui secara langsung oleh Google melalui
Google Play, serta mendukung hampir semua perangkat Android dengan versi di atas 2.2.
[85]
Kernel Linux
Hingga November 2013, Android menggunakan
kernel yang berbasis
kernel Linux versi 3.x (versi 2.6 pada Android 4.0
Ice Cream Sandwich dan pendahulunya).
Peranti tengah, perpustakaan perangkat lunak, dan
API ditulis dalam
C, dan
perangkat lunak aplikasi berjalan pada
kerangka kerja aplikasi, termasuk perpustakan kompatibel-Java yang berbasis
Apache Harmony. Android menggunakan
mesin virtual Dalvik dengan
kompilasi tepat waktu untuk menjalankan 'dex-code' Dalvik (Dalvik Executable), biasanya diterjemahkan dari
bytecode Java.
[86]
Arsitektur kernel Linux pada Android telah diubah oleh Google, berbeda dengan siklus pengembangan kernel Linux biasa.
[87] Secara standar, Android tidak memiliki
X Window System asli ataupun dukungan set lengkap dari perpustakaan
GNU standar. Oleh sebab itu, sulit untuk mem
porting perpustakaan atau aplikasi Linux pada Android.
[88] Dukungan untuk aplikasi simpel C dan
SDL bisa dilakukan dengan cara menginjeksi
shim Java dan menggunakan
JNI,
[89] misalnya pada port
Jagged Alliance 2 untuk Android.
[90]
Salah satu fitur yang coba disumbangkan oleh Google untuk kernel
Linux adalah fitur manajemen daya yang disebut "wakelocks", namun fitur
ini ditolak oleh pengembang kernel utama karena mereka merasa bahwa
Google tidak menunjukkan niatnya untuk mengembangkan kodenya sendiri.
[91][92][93] Pada bulan April 2010, Google mengumumkan bahwa mereka akan menyewa dua karyawan untuk mengembangkan komunitas kernel Linux,
[94] namun,
Greg Kroah-Hartman,
pengelola kernel Linux versi stabil, menyatakan pada bulan Desember
2010; ia khawatir bahwa Google tak lagi berusaha untuk mengubah kode
utama Linux.
[92]
Beberapa pengembang Android di Google mengisyaratkan bahwa "tim Android
sudah mulai jenuh dengan proses ini", karena mereka hanyalah tim kecil
dan dipaksa untuk melakukan pekerjaan yang mendesak demi keberlangsungan
Android.
[95]
Pada Agustus 2011,
Linus Torvalds menyatakan: "akhirnya Android dan Linux akan kembali pada kernel umum, tapi mungkin untuk empat atau lima tahun kedepan".
[96]
Pada Desember 2011, Greg Kroah-Hartman mengumumkan dimulainya Android
Mainlining Project, yang bertujuan untuk mengembalikan beberapa
pemacu, patch, dan fitur Android pada kernel Linux, yang dimulai dengan Linux 3.3.
[97]
Setelah upaya sebelumnya gagal, Linux akhirnya menyertakan fitur
wakelocks dan autosleep pada kernel 3.5. Antarmukanya masih sama, namun
implementasi Linux yang baru memiliki dua mode
suspend
(penangguhan) berbeda: penangguhan ke penyimpanan (penangguhan
tradisional yang digunakan oleh Android), dan penangguhan ke cakram
(hibernasi, serupa dengan fitur yang ada pada desktop).
[98]
Penyertaan fitur baru ini akan rampung pada Kernel 3.8, Google telah
membuka repositori kode publik yang berisi karya eksperimental mereka
untuk mendesain ulang Android dengan Kernel 3.8.
[99]
Memori kilat (
flash storage)
pada perangkat Android dibagi menjadi beberapa partisi, misalnya
"/system" untuk sistem operasi, dan "/data" untuk pemasangan aplikasi
dan data pengguna.
[100] Berbeda dengan distribusi desktop Linux, pemilik perangkat Android tidak diberikan akses
root pada sistem operasi, dan partisi sensitif seperti /system bersifat
hanya-baca. Namun, akses root dapat diperoleh dengan cara memanfaatkan kelemahan keamanan pada Android, cara ini sering digunakan oleh
komunitas sumber terbuka untuk meningkatkan kinerja perangkat mereka,
[101] namun juga bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk menyebarkan
virus dan
perangkat perusak.
[102]
Terkait dengan masalah apakah Android bisa digolongkan ke dalam distribusi Linux masih diperdebatkan secara luas.
[103] Linux Foundation dan
Chris DiBona,
[104]
kepala sumber terbuka Google, mendukung hal ini. Sedangkan yang
lainnya, seperti teknisi Google Patrick Brady, menentangnya, ia
beralasan bahwa Android kurang mendukung sebagian besar perkakas
GNU, termasuk
glibc.
[105]
Komunitas sumber terbuka
Android memiliki komunitas pengembang dan penggemar aktif yang
menggunakan kode sumber Android untuk mengembangkan dan mendistribusikan
versi modifikasi Android buatan mereka.
[106]
Komunitas pengembang ini seringkali memberikan pembaruan dan
fitur-fitur baru bagi perangkat lebih cepat jika dibandingkan dengan
produsen/operator, meskipun pembaruan tersebut tidak menjalani pengujian
ekstensif atau tidak memiliki jaminan kualitas.
[24]
Mereka berupaya untuk terus memberikan dukungan bagi
perangkat-perangkat lama yang tak lagi menerima pembaruan resmi, ataupun
memodifikasi perangkat Android agar bisa berjalan dengan menggunakan
sistem operasi lain, misalnya
HP TouchPad. Komunitas ini seringkali merilis pembaruan bagi perangkat pra-
rooted, dan berisi modifikasi yang tidak cocok bagi pengguna non-teknis, misalnya kemampuan untuk
overclock atau
over/undervolt prosesor perangkat.
[107] CyanogenMod adalah
perangkat tegar (
firmware) komunitas yang paling banyak digunakan, dan menjadi dasar bagi sejumlah
firmware lainnya.
[108]
Secara historis, produsen perangkat dan operator seluler biasanya tidak mendukung pengembangan
firmware oleh pihak ketiga. Produsen khawatir bahwa akan muncul fungsi yang tidak sesuai jika perangkat menggunakan
perangkat lunak yang tidak resmi, sehingga akan menyebabkan munculnya biaya tambahan.
[109] Selain itu,
firmware modifikasi seperti CyanogenMod kadang-kadang menawarkan fitur yang membuat operator harus mengeluarkan biaya premium, misalnya
tethering. Akibatnya, kendala teknis seperti terkuncinya
pengebutan (
bootloader) dan terbatasnya akses
root
umumnya bisa ditemui di kebanyakan perangkat Android. Namun, perangkat
lunak buatan komunitas pengembang semakin populer, dan setelah Kongres
Pustakawan Amerika Serikat mengijinkan "
jailbreaking" perangkat seluler,
[110]
produsen ponsel dan operator mulai memperlunak sikap mereka terhadap
pengembang pihak ketiga. Beberapa produsen ponsel, termasuk
HTC,
[109] Motorola,
[111] Samsung[112][113] dan
Sony,
[114] mulai memberikan dukungan dan mendorong pengembangan perangkat lunak pihak ketiga. Sebagai hasilnya, kendala
pembatasan perangkat keras untuk memasang
perangkat tegar tidak resmi mulai berkurang secara bertahap setelah meningkatnya jumlah perangkat yang memiliki kemampuan untuk membuka
bootloader, sama dengan seri ponsel Nexus, meskipun pengguna harus kehilangan
garansi perangkat mereka jika melakukannya.
[109] Akan tetapi, meskipun produsen ponsel telah menyetujui pengembangan perangkat lunak pihak ketiga, beberapa operator seluler di
Amerika Serikat masih mewajibkan ponsel penggunanya untuk "dikunci".
[115]
Kemampuan untuk membuka dan meretas sistem pada telepon pintar dan
tablet terus menjadi sumber perdebatan antar komunitas pengembang dan
industri; komunitas beralasan bahwa pengembangan tidak resmi dilakukan
karena industri gagal memberikan pembaruan yang tepat waktu bagi
pengguna, atau untuk tetap melanjutkan dukungan versi terbaru bagi
perangkat lama mereka.
[115]
Keamanan dan privasi
Izin aplikasi di Play Store
Aplikasi Android berjalan di
sandbox,
sebuah area terisolasi yang tidak memiliki akses pada sistem, kecuali
izin akses yang secara eksplisit diberikan oleh pengguna ketika memasang
aplikasi. Sebelum memasang aplikasi,
Play Store akan menampilkan semua izin yang diperlukan, misalnya: sebuah permainan perlu mengaktifkan getaran atau menyimpan data pada
Kartu SD,
tapi tidak perlu izin untuk membaca SMS atau mengakses buku telepon.
Setelah meninjau izin tersebut, pengguna dapat memilih untuk menerima
atau menolaknya, dan bisa memasang aplikasi hanya jika mereka
menerimanya.
[116]
Sistem
sandbox dan perizinan pada Android bisa mengurangi dampak kerentanan terhadap
bug
pada aplikasi, namun ketidaktahuan pengembang dan terbatasnya
dokumentasi telah menghasilkan aplikasi yang secara rutin meminta izin
yang tidak perlu, sehingga mengurangi efektivitasnya.
[117] Beberapa perusahaan keamanan perangkat lunak seperti
Avast,
Lookout Mobile Security,
[118] AVG Technologies,
[119] dan
McAfee,
[120]
telah merilis perangkat lunak antivirus ciptaan mereka untuk perangkat
Android. Perangkat lunak ini sebenarnya tidak bekerja secara efektif
karena
sandbox juga bekerja pada aplikasi tersebut, sehingga membatasi kemampuannya untuk memindai sistem secara lebih mendalam.
[121]
Hasil penelitian perusahaan keamanan
Trend Micro menunjukkan bahwa penyalahgunaan layanan premium adalah tipe
perangkat perusak (
malware)
paling umum yang menyerang Android; pesan teks akan dikirim dari ponsel
yang telah terinfeksi ke nomor telepon premium tanpa persetujuan atau
sepengetahuan pengguna.
[122]
Perangkat perusak lainnya akan menampilkan iklan yang tidak diinginkan
pada perangkat, atau mengirim informasi pribadi pada pihak ketiga yang
tak berwenang.
[122]
Ancaman keamanan pada Android dilaporkan tumbuh secara bertahap, namun
teknisi di Google menyatakan bahwa perangkat perusak dan ancaman virus
pada Android hanya dibesar-besarkan oleh perusahaan antivirus untuk
alasan komersial,
[123][124] dan menuduh industri antivirus memanfaatkan situasi tersebut untuk menjual produknya kepada pengguna.
[123] Google menegaskan bahwa keberadaan perangkat perusak berbahaya pada Android sebenarnya sangat jarang,
[124]
dan survei yang dilakukan oleh F-Secure menunjukkan bahwa hanya 0,5%
dari perangkat perusak Android yang berasal dari Google Play.
[125]
Google baru-baru ini menggunakan pemindai perangkat perusak
Google Bouncer untuk mengawasi dan memindai aplikasi di Google Play.
[126]
Tindakan ini bertujuan untuk menandai aplikasi yang mencurigakan dan
memperingatkan pengguna atas potensi masalah pada aplikasi sebelum
mereka mengunduhnya.
[127] Android versi 4.2
Jelly Bean
dirilis pada tahun 2012 dengan fitur keamanan yang ditingkatkan,
termasuk pemindai perangkat perusak yang disertakan dalam sistem;
pemindai ini tidak hanya memeriksa aplikasi yang dipasang dari Google
Play, namun juga bisa memindai aplikasi yang diunduh dari situs-situs
pihak ketiga. Sistem akan memberikan peringatan yang memberitahukan
pengguna ketika aplikasi mencoba mengirim pesan teks premium, dan
memblokir pesan tersebut, kecuali jika pengguna mengijinkannya.
[128]
Telepon pintar Android memiliki kemampuan untuk melaporkan lokasi titik akses
Wi-Fi,
terutama jika pengguna sedang bepergian, untuk menciptakan basis data
yang berisi lokasi fisik dari ratusan juta titik akses tersebut. Basis
data ini membentuk peta elektronik yang bisa memosisikan lokasi telepon
pintar. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menjalankan aplikasi seperti
Foursquare,
Google Latitude,
Facebook Places, dan untuk mengirimkan iklan berbasis lokasi.
[129]
Beberapa perangkat lunak pemantau pihak ketiga juga bisa mendeteksi
saat informasi pribadi dikirim dari aplikasi ke server jarak jauh.
[130][131]
Sifat sumber terbuka Android memungkinkan perusahaan keamanan untuk
menyesuaikan perangkat dengan penggunaan yang sangat aman. Misalnya,
Samsung bekerjasama dengan General Dynamics melalui proyek "Knox"
Open Kernel Labs.
[132][133]
Pada September 2013, terungkap bahwa badan intelijen Amerika Serikat dan Britania;
NSA dan
Government Communications Headquarters (GCHQ), memiliki akses terhadap data pengguna pada perangkat
iPhone,
Blackberry, dan Android. Mereka bisa membaca hampir keseluruhan informasi pada telepon pintar, termasuk
SMS, lokasi,
surel, dan catatan.
[134]
Lisensi
Izin diperlukan untuk mengontrol akses aplikasi tertentu terhadap sistem.
Kode sumber untuk Android tersedia di bawah lisensi
perangkat lunak sumber terbuka dan bebas. Google menerbitkan sebagian besar kode (termasuk kode jaringan dan telepon) di bawah
Lisensi Apache versi 2.0.
[135][136][137] Sisanya, perubahan
kernel Linux berada di bawah
GNU General Public License versi 2.
Open Handset Alliance
mengembangkan perubahan kernel Linux dengan kode sumber terbuka yang
dipubikasikan setiap saat. Selebihnya, Android dikembangkan secara
pribadi oleh
Google,
dengan kode sumber yang diterbitkan untuk umum ketika versi baru
diluncurkan. Biasanya Google bekerjasama dengan produsen perangkat keras
untuk mengembangkan sebuah perangkat "andalan" (misalnya seri Google
Nexus) yang disertai dengan versi baru Android, kemudian menerbitkan
kode sumbernya setelah perangkat tersebut dirilis.
[138]
Pada awal 2011, Google memilih untuk menahan sementara kode sumber Android untuk tablet yang dirilis dengan versi 3.0
Honeycomb. Menurut
Andy Rubin dalam sebuah posting blog resmi Android, alasannya karena
Honeycomb dirilis untuk berjalan pada produk
Motorola Xoom,
[139]
dan Google tidak ingin pihak ketiga "memperburuk pengalaman pengguna"
dengan mencoba mengoperasikan versi Android yang ditujukan untuk tablet
pada telepon pintar.
[140] Kode sumber tersebut akhirnya dipublikasikan pada bulan November 2011 dengan dirilisnya Android 4.0
Ice Cream Sandwich.
[141]
Meskipun bersifat terbuka, produsen perangkat tidak bisa menggunakan
merek dagang
Android Google seenaknya, kecuali Google menyatakan bahwa perangkat
tersebut sesuai dengan Compatibility Definition Document (CDD) mereka.
Perangkat juga harus memenuhi lisensi persyaratan aplikasi sumber
tertutup Google, termasuk
Google Play.
[142] Richard Stallman dan
Free Software Foundation telah mengkritik mengenai rumitnya permasalahan merek Android ini, dan merekomendasikan sistem operasi alternatif seperti
Replicant.
[143][144] Mereka berpendapat bahwa
pemacu peranti dan
perangkat tegar yang diperlukan untuk mengoperasikan Android bersifat eksklusif, dan Google Play juga menawarkan perangkat lunak
berbayar.
Penerimaan
Android disambut dengan hangat ketika diresmikan pada tahun 2007.
Meskipun para analis terkesan dengan perusahaan teknologi ternama yang
bermitra dengan Google untuk membentuk Open Handset Alliance, masih
diragukan apakah para produsen ponsel akan bersedia mengganti sistem
operasinya dengan Android.
[145] Gagasan mengenai sumber terbuka dan
platform pengembangan berbasis Linux telah menarik minat para pakar teknologi,
[146]
tapi juga muncul kekhawatiran mengenai persaingan ketat yang akan
dihadapi Android dengan pemain mapan di pasar telepon pintar seperti
Nokia dan
Microsoft.
[147] Nokia menanggapinya dengan menyatakan: "kami tidak melihat ini sebagai ancaman,"
[148] sementara salah satu anggota tim
Windows Mobile Microsoft menyatakan: "Saya tidak mengerti, dampak apa yang akan mereka hasilkan."
[148]
Android dengan cepat tumbuh menjadi
sistem operasi telepon pintar yang paling banyak digunakan,
[23] dan menjadi "salah satu sistem operasi seluler tercepat yang pernah ada."
[149]
Para peninjau memuji sifat sumber terbuka Android sebagai salah satu
kekuatan yang menentukan keberhasilannya, memungkinkan
perusahaan-perusahaan seperti Amazon (
Kindle Fire),
Barnes & Noble (
Nook),
Ouya,
Baidu,
dan yang lainnya, untuk berbondong-bondong merilis perangkat lunak dan
perangkat keras yang bisa beroperasi pada versi Android. Alhasil, situs
teknologi
Ars Technica
menyebut Android sebagai "sistem operasi standar untuk meluncurkan
perangkat keras baru" bagi perusahaan tanpa harus memiliki platform
seluler sendiri.
[23]
Sifat Android yang terbuka dan fleksibel juga dinikmati oleh pengguna:
Android memungkinkan penggunanya untuk mengkustomisasi perangkatnya
secara ekstensif, dan aplikasi juga tersedia bebas di toko aplikasi
non-Google dan di situs-situs pihak ketiga. Faktor ini menjadi salah
satu keunggulan yang dimiliki oleh ponsel Android jika dibandingkan
dengan ponsel lainnya.
[23][150]
Meskipun Android sangat populer, dengan tingkat aktivasi perangkat tiga kali lipat lebih tinggi dari
iOS,
ada laporan yang menyatakan bahwa Google belum mampu memanfaatkan
produk mereka secara maksimal, dan layanan web pada akhirnya mengubah
Android menjadi penghasil uang, seperti yang telah diperkirakan oleh
para analis sebelumnya.
[151] The Verge
berpendapat bahwa Google telah kehilangan kontrol terhadap Android
karena luasnya kustomisasi yang bisa dilakukan oleh pengembang dan
pengguna, juga karena tingginya proliferasi aplikasi dan layanan
non-Google – misalnya Amazon
Kindle Fire mengarahkan pengguna untuk mengunjungi Amazon app store, yang bersaing langsung dengan Google Play. SVP Google,
Andy Rubin,
yang posisinya sebagai kepala divisi Android digantikan pada bulan
Maret 2013, disalahkan karena gagal dalam membangun kemitraan yang sehat
dengan para produsen ponsel. Pemimpin utama produk-produk Android di
pasar global adalah
Samsung; salah satu produknya,
Galaxy, berperan penting dalam pengenalan merek Android sejak tahun 2011.
[152][153] Sedangkan produsen ponsel Android lainnya seperti LG, HTC, dan
Motorola Mobility
milik Google, telah berjuang keras untuk memasarkan produknya sejak
tahun 2011. Ironisnya, di saat Google tidak mendapatkan apapun dari
hasil penjualan produk Android secara langsung,
Microsoft dan
Apple malah berhasil memenangkan gugatan atas pembayaran royalti
paten dari produsen perangkat Android.
[152]
Android juga dikatakan sangat "terfragmentasi",
[154]
yaitu suatu kondisi saat berbagai perangkat Android, baik dari segi
variasi perangkat keras dan perbedaan perangkat lunak yang berjalan,
ditugaskan untuk mengembangkan aplikasi agar bisa berjalan secara
konsisten, lebih rumit jika dibandingkan dengan iOS, yang aplikasinya
kurang bervariasi.
[155] Sebagai contoh, menurut data
OpenSignal
pada Juli 2013, terdapat 11.868 model perangkat Android dengan berbagai
ukuran layar dan versi Android, sedangkan sebagian besar pengguna iOS
menggunakan perangkat iPhone dengan versi terbaru.
[155][156]
Tablet
Meskipun sukses di telepon pintar, pengadopsian Android untuk
komputer tablet awalnya berjalan lambat.
[157] Salah satu penyebab utamanya adalah adanya situasi yang dikenal dengan "
ayam atau telur",
yaitu kondisi ketika konsumen ragu-ragu untuk membeli tablet Android
karena kurangnya aplikasi tablet yang berkualitas tinggi, sementara di
sisi lain, para pengembang juga ragu-ragu untuk menghabiskan waktu dan
sumber daya mereka untuk mengembangkan aplikasi tablet sampai
tersedianya pasar yang signifikan bagi produk tersebut.
[158][159] Konten dan "ekosistem" aplikasi terbukti lebih penting jika dibandingkan dengan
spesifikasi
perangkat keras setelah dimulainya penjualan tablet. Karena kurangnya
aplikasi untuk tablet pada 2011, tablet Android awalnya terpaksa harus
memasang aplikasi yang diperuntukkan bagi telepon pintar, sehingga
ukuran layarnya tidak cocok dengan layar tablet yang besar. Selain itu,
lambannya pertumbuhan tablet Android juga disebabkan oleh dominasi
iPad Apple yang memiliki banyak aplikasi
iOS yang kompatibel dengan tablet.
[159][160]
Pertumbuhan aplikasi tablet Android perlahan-lahan mulai meningkat,
namun, di saat yang bersamaan, sejumlah besar tablet yang menggunakan
sistem operasi lain seperti
HP TouchPad dan
BlackBerry PlayBook juga dirilis ke pasaran untuk memanfaatkan keberhasilan iPad.
[159] InfoWorld
menjuluki bisnis ini dengan sebutan "bisnis Frankenphone"; suatu
peluang investasi rendah jangka pendek yang memaksakan penggunaan OS
telepon pintar Android yang dioptimalkan (sebelum Android 3.0
Honeycomb
untuk tablet dirilis) pada perangkat dengan mengabaikan antarmuka
pengguna. Pendekatan ini gagal meraih traksi pasar dengan konsumen serta
memperburuk reputasi tablet Android.
[161][162] Terlebih lagi, beberapa tablet Android seperti
Motorola Xoom dibanderol dengan harga yang sama, atau lebih mahal dari iPad, yang semakin memperburuk penjualan. Pengecualian ada pada
Kindle Fire Amazon, yang dijual dengan harga lebih murah dan kemampuan untuk mengakses konten dan "ekosistem" aplikasi Amazon.
[159][163]
Hal ini mulai berubah pada tahun 2012 dengan dirilisnya
Nexus 7, dan adanya dorongan dari Google kepada para pengembang untuk menciptakan aplikasi tablet yang lebih baik.
[164] Pangsa pasar tablet Android akhirnya berhasil menyalip iPad pada pertengahan 2012.
[165]
Pangsa pasar
Perusahaan riset Canalys memperkirakan bahwa pada kuartal kedua 2009,
Android memiliki pangsa penjualan telepon pintar sebesar 2,8% di
seluruh dunia.
[166] Pada kuartal keempat 2010, jumlah ini melonjak menjadi 33%, menjadi
platform telepon pintar terlaris di dunia.
[21] Hingga kuartal ketiga 2011,
Gartner memperkirakan lebih dari setengah (52,5%) pasar telepon pintar global dikuasai oleh Android.
[167] Menurut IDC, pada kuartal ketiga 2012, Android menguasai 75% pangsa pasar telepon pintar global.
[168]
Pada bulan Juli 2011, Google mengungkapkan bahwa terdapat 550.000 perangkat Android baru yang diaktifkan setiap harinya,
[169] meningkat dari 400.000 per hari pada bulan Mei,
[170] dan secara total, lebih dari 100 juta perangkat Android telah diaktifkan di seluruh dunia,
[171] dengan pertumbuhan 4,4% per minggu.
[169] Pada bulan September 2012, 500 juta perangkat Android telah diaktifkan, dengan 1,3 juta aktivasi per hari.
[172][173] Pada Mei 2013, di
Google I/O, Sundar Pichai mengumumkan bahwa total perangkat Android yang telah diaktifkan berjumlah 900 juta.
[174]
Pangsa pasar Android bervariasi menurut lokasi. Pada bulan Juli 2012, pangsa pasar Android di
Amerika Serikat adalah 52%,
[175] dan meningkat hingga 90 % di
RRT.
[176] Selama kuartal ketiga 2012, pangsa pasar telepon pintar Android di seluruh dunia adalah 75%,
[168] dengan total perangkat yang diaktifkan berjumlah 750 juta dan 1,5 juta aktivasi per hari.
[173]
Pada bulan Maret 2013, pangsa Android di pasar telepon pintar global
dipimpin oleh produk-produk Samsung, yakni sebesar 64%. Perusahaan riset
pasar, Kantar, melaporkan bahwa platform besutan Google menyumbang
lebih dari 70% dari seluruh penjualan perangkat telepon pintar di RRT
selama periode ini. Masih pada periode yang sama, tingkat loyalitas
terhadap penggunaan produk-produk Samsung di
Inggris (59%) adalah yang tertinggi kedua setelah Apple (79%).
[25]
Hingga November 2013, pangsa pasar Android dikabarkan telah mencapai
80%. Dari 261,1 juta telepon pintar yang terjual pada bulan Agustus,
September, dan Oktober 2013, sekitar 211 juta di antaranya adalah
perangkat Android.
[177]
Penggunaan platform
Tabel di bawah ini menampilkan data mengenai persentase jumlah
perangkat Android yang mengakses Google Play baru-baru ini, dan
menjalankan
platform Android versi tertentu hingga tanggal
9 September 2014. Android 4.1/4.2/4.3
Jelly Bean adalah versi Android yang paling banyak digunakan, yakni sekitar 53,7% dari keseluruhan perangkat Android di seluruh dunia.
[178]
Pembajakan aplikasi
Ada beberapa kekhawatiran mengenai mudahnya aplikasi berbayar Android untuk
dibajak.
[181] Pada bulan Mei 2012,
Eurogamer, pengembang
Football Manager, menyatakan bahwa rasio pemain bajakan vs pemain asli adalah 9:1 pada permainan buatan mereka.
[182]
Namun, tidak semua pengembang mempermasalahkan tingkat pembajakan ini;
pada Juli 2012, pengembang permainan Wind-up Knight mengungkapkan bahwa
tingkat pembajakan pada permainan mereka hanya 12%, dan sebagian
besarnya berasal dari Cina, negara yang pengguna Androidnya tidak bisa
membeli aplikasi dari Google Play.
[183]
Pada 2010, Google merilis sebuah alat yang berfungsi memvalidasi
pembelian resmi untuk digunakan dalam aplikasi, tetapi pengembang
mengeluh bahwa hal itu tidak cukup efisien. Google menjawab bahwa alat
tersebut dimaksudkan sebagai kerangka sampel bagi para pengembang untuk
memodifikasi dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan mereka, bukan
sebagai solusi untuk mengakhiri pembajakan.
[184]
Pada tahun 2012, Google merilis sebuah fitur dalam Android 4.1 yang
mengenskripsikan aplikasi berbayar sehingga aplikasi tersebut hanya bisa
berjalan pada perangkat tempat mereka dibeli, namun fitur ini
dinonaktifkan untuk sementara karena masalah teknis.
[185]
Masalah hukum
Baik Android maupun produsen ponsel Android telah terlibat dalam berbagai kasus hukum
paten. Pada tanggal 12 Agustus 2010,
Oracle menggugat Google atas tuduhan pelanggaran hak cipta dan paten yang berhubungan dengan bahasa pemrograman
Java.
[186] Oracle awalnya menuntut ganti rugi sebesar $6,1 miliar,
[187] namun tuntutan ini ditolak oleh pengadilan federal Amerika Serikat, yang meminta Oracle untuk merevisi gugatannya.
[188] Sebagai tanggapan, Google mengajukan beberapa pembelaan, mengklaim bahwa Android tidak melanggar paten atau
hak cipta Oracle, bahwa paten Oracle tidak valid, dan beberapa pembelaan lainnya. Pihak Oracle menyatakan bahwa Android berbasis pada
Apache Harmony, implementasi
clean room perpustakaan kelas Java, dan secara independen mengembangkan mesin virtual yang disebut
Dalvik.
[189]
Pada bulan Mei 2012, juri dalam kasus ini menemukan bahwa Google tidak
melanggar paten Oracle, dan hakim memutuskan bahwa struktur API Java
yang digunakan oleh Google tidak memiliki hak cipta.
[190][191]
Selain tuntutan secara langsung terhadap Google, berbagai "
perang proksi"
juga dilancarkan terhadap Android secara tidak langsung dengan
menargetkan produsen perangkat Android, dengan tujuan untuk memperkecil
peluang produsen tersebut mengadopsi platform Android dan meningkatkan
biaya peluncuran produk Android ke pasaran.
[192] Apple dan
Microsoft
menggugat beberapa produsen perangkat Android terkait masalah
pelanggaran paten; tuntutan Apple yang berkepanjangan terhadap Samsung
menjadi kasus yang sangat terpublikasi. Pada Oktober 2011, Microsoft
mengungkapkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian lisensi paten
dengan sepuluh produsen ponsel yang produk-produknya menguasai 55%
pasar global perangkat Android,
[193] termasuk
Samsung dan
HTC.
[194]
Kasus pelanggaran paten antara Samsung dan Microsoft berakhir dengan
kesepakatan bahwa Samsung akan mengalokasikan lebih banyak sumber daya
untuk mengembangkan dan memasarkan ponsel dengan sistem operasi
Windows Phone besutan Microsoft.
[192]
Google secara terbuka menyatakan kefrustrasiannya dalam menghadapi
gugatan pelanggaran paten di Amerika Serikat, menuduh bahwa Apple,
Oracle, dan Microsoft sedang berupaya untuk melemahkan kedigjayaan
Android melalui litigasi paten, alih-alih berinovasi dan bersaing dengan
cara menciptakan produk dan layanan yang lebih baik.
[195] Pada 2011-2012, Google membeli
Motorola Mobility
seharga $12,5 miliar. Upaya ini dipandang sebagai langkah pertahanan
Google untuk melindungi Android, karena Motorola Mobility memegang lebih
dari 17.000 hak paten.
[196] Pada Desember 2011, Google juga membeli lebih dari seribu paten dari
IBM.
[197]
Pada 2013, Fairsearch, sebuah organisasi yang didukung oleh
Microsoft, Oracle, dan lainnya, mengajukan keluhan terhadap Android pada
Komisi Eropa, menyatakan bahwa distribusi perangkat Android yang bebas biaya merupakan bentuk persaingan harga anti-kompetitif.
Free Software Foundation Europe, yang didonori Google, membantah tuduhan Fairsearch.
[198]
Penggunaan di perangkat lain
Sifat Android yang terbuka dan bisa dikustomisasi menyebabkan sistem
operasi ini juga digunakan pada perangkat elektronik lainnya, termasuk
laptop dan
netbook,
smartbook,
[199] Smart TV (
Google TV), dan
kamera (
Nikon Coolpix S800c dan
Galaxy Camera).
[200][201] Selain itu, sistem operasi Android juga mengembangkan aplikasinya pada kacamata pintar (
Google Glass), jam tangan,
[202] penyuara kuping,
[203] CD mobil dan pemutar
DVD,
[204] cermin,
[205] pemutar media portabel,
[206] jaringan tetap,
[207] dan
telepon VoIP.
[208] Ouya, sebuah
konsol permainan video yang menggunakan sistem operasi Android, menjadi salah satu produk
Kickstarter
yang paling sukses, didanai sebesar $8,5 juta untuk pengembangannya,
yang kemudian diikuti oleh konsol permainan video berbasis Android
lainnya seperti
Project Shield besutan
Nvidia.
[209][210]
Pada tahun 2011, Google memperkenalkan "Android@Home", teknologi
otomatis baru yang memanfaatkan Android untuk mengontrol beberapa
alat-alat rumah tangga seperti kontak lampu, soket listrik, dan
termostat.
[211]
Mengontrol lampu dikatakan dapat dikendalikan dari ponsel atau tablet
Android. Pimpinan Android Andy Rubin menegaskan bahwa "menyalakan dan
mematikan lampu bukanlah hal yang baru, Google berpikir lebih ambisius
dan tujuannya adalah untuk menggunakan posisinya sebagai penyedia jasa
awan guna membawa produk-produk Google ke rumah pelanggan."
[212]
Pada bulan Agustus 2011, Parrot meluncurkan sistem stereo mobil
dengan platform Android, yang dikenal dengan Asteroid dan dilengkapi
dengan perintah suara.
[213][214]
Pada September 2013, Clarion merilis sistem stereo mobil dengan
platform Android yang lebih maju, yang dikenal dengan AX1 dan Mirage,
menggunakan Android 2.3.7 dan 2.2 (Gingerbread) dan dilengkapi dengan
navigasi berbasis
GPS, layar 6,5 inci, dan berbagai pilihan untuk akses data nirkabel.
[215][216]
Berbagai perangkat lainnya, meskipun tidak menggunakan Android, juga
dirancang dengan antarmuka yang berfungsi sebagai pendamping atau
pelengkap bagi perangkat Android, misalnya
SmartWatch Sony atau
Galaxy Gear Samsung.
[210]